Tiga Puluh Tiga

1298 Words

"Omong kosong apalagi yang kau buat, hah?! Setelah semuanya, setelah perlakuan buruk mu padanya, sekarang dengan tidak tahu diri kau memintanya? Kau gila?!" Emosi Andrean memuncak. "Aku seorang ibu, dia anakku! Sudah sepantasnya aku--" "Ibu? Anak? Kau mau buat lelucon?" Potong Andrean. "Percuma kau memintanya padaku. Aku tidak akan memberikan Lea pada orang sepertimu!" "Kalau begitu izinkan aku bertemu dengannya. Hanya bertemu." "Cih, dalam mimpimu!" Decih Andrean, ia sudah tidak tahan. Lebih baik pergi. "Kau pikir, kau siapa Andrean. Kau bukan orang tua kandungnya, aku ibunya. Kau hanya orang asing!" Niat Andrean ingin pergi terhenti akibat ucapan Griya. "Kau tidak punya hak apapun padanya. Dia darah daging ku!" "Kauu ..." geram Andrean ia menunjuk tepat di depan wajah Griya. "Tuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD