Tiga Puluh Empat

1359 Words

Andrean mempunyai feeling, dalam kondisi hamil Marsha tidak mungkin berpergian menggunakan transportasi udara. Menggunakan bus pun tak mungkin. Kereta. Ya, untuk itu Andrean di sini. Di stasiun kereta terdekat dari rumah Marsha. Menurut informasi tadi, kereta ke Jogja pagi ini berangkat pukul 9. Masih ada waktu tiga puluh menit. Ia bisa mencari Marsha dan anak-anak. 15 menit ia berkeliling. Tak kunjung ia temukan. Sampai di mana matanya menangkap Cio dan Izy di depan toilet wanita ketika ia hendak ke toilet. "Cio, Izy hah ... hah ..." Nafasnya terputus-putus. "Papa," sapa Cia. Ia menghampiri papanya. "Papa di sini?" tanyanya. "Papa tadi ke rumah. Kalian tidak ada." "Papa kemarin ke mana?" Pertanyaan serta raut kecewa dari wajah itu, menusuk hati Andrean. "Maafkan Papa sayang. Papa--

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD