Andrean menaiki tangga. Ia membawa segelas s**u. s**u apalagi kalau bukan s**u ibu hamil. "Minum." Marsha meraih gelas berisi s**u itu ditangan Andrean. "Kau membuatnya, lagi?" "Bukan hal besar, Marsha." Marsha mengangguk dan meminumnya. Ia kini duduk di sofa tunggal. Sedang Andrean berada di sofa panjang. Mereka berada di ruang keluarga di lantai dua, tepat di depan kamar anak-anak. "Andrew akan datang bawa pesananmu." Sekian kalinya Marsha mengangguk. "Harusnya ia sudah sampai sekarang." Marsha mengernyit. "Tidak mungkin secepat itu?" "Bisa, Andrew biasa melakukannya. Aku memberinya waktu 15 menit." "Oh, Griya ya. Apa yang ia minta waktu hamil Lea?" tanya Marsha, kecanggungan yang ia khawatirkan tidak terjadi. Andrean tidak lagi membahasnya, sepertinya pria itu tidak menghirau

