Author POV
Sarah menyuapi Yeol dan Jean makan, Sung Yong menatap Sarah dengan pandangan yang mampu membuat Sarah salah tingkah. Bahkan untuk pertama kalinya dalam hidup Sung Yong melihat kedua
putranya yang datar dan dingin begitu manja pada Sarah. Sung Yong tersenyum kecil, sangat kecil, hingga tidak dapat dilihat oleh siapa pun.
Saat melihat Sarah, ia berusaha agar tidak beradu pandang dengannya.
Ketukan pintu rumah kontrakan Sarah membuat
Sarah dan Sung Yong menatap ke arah pintu.
Sarah berdiri dan berjalan ke arah pintu rumah kontrakan. Sarah melihat pria tampan dengan kacamata dan stelan lengkap perkerja kantoran. Sarah mengernyit keningnya bingung melihat orang yang sama sekali tidak dia kenal.
“Pagi, Nona,” sapa Hary datar.
“Pagi. Maaf Anda siapa, ya?” tanya Sarah sopan.
“Saya ingin pertemuan dengan Tuan Kim Sung
Yong,” jawab Hary datar.
“Ah, iya, silakan masuk,” ucap Sarah sopan.
Hary masuk ke dalam rumah kontrakan Sarah dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah kontrakan itu. Sung Yong berdiri dan berjalan ke arah Hary. Hary membungkukkan sedikit badannya pada Sung Yong. Sung Yong hanya membalasnya dengan anggukan datar.
Hary memberikan satu stel baju kerja lengkap
dengan sepatu dan aksesoris pria milik Sung Yong. Sung Yong mengambil semua perlengkapan kerjanya
dan berjalan ke arah kamar mandi untuk berganti
pakaian.
“Silahkan duduk, Tuan,” kata Sarah sopan.
“Tidak perlu, Nona,” tolak Hary sopan.
“Baiklah, Tuan, saya pamit dulu ke kamar,” kata
Sarah sopan.
Hary tersenyum sopan dan menganggukkan
kepalanya, Sarah berjalan kembali ke arah kamar untuk mengganti bajunya dengan baju kerja.
Sung Yong keluar dari dalam kamar mandi
dengan jas hitam formal khas eksekutif muda. Sung Yong berjalan ke arah kamar Sarah dan masuk tanpa
mengetuk pintu dulu.
“KKKYYYAAA!” teriak Sarah keras saat melihat
Sung yong masuki ke dalam kamarnya saat dia sedang berganti pakaian. Sung Yong terpaku di depan pintu melihat p******a sintal milik Sarah yang sangat pas jika dia pegang.
Sarah melempar bantal ke arah Sung Yong dan
langsung mengenai wajah tampannya.
Sung Yong tersandar dari kekaguman akan p******a sintal milik Sarah pun dengan cepat menutup pintu kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sarah melongok bego melihat Sung Yong yang keluar kamarnya tanpa mengucapkan kata maaf. Sarah melanjutkan Menganti pakaian sambil menggerutu dan mengutuk Sung Yong
dengan kejam. Sedangkan Sung Yong bersandar di daun pintu sambil memegang dadanya yang berdegup kencang dan mengelengkan kepalanya saat mengingat setiap lekuk tubuh Sarah yang mampu membuat adik di bawahnya terbangun dari tidur nyenyaknya.
“Ayo berangkat!” perintah Sung Yong pada Hary
datar, tanpa mempedulikan keterpakuan Hary di
tempatnya saat melihat tingkah abstrak bosnya.
Hary berdehem pelan dan berjalan keluar dari
kontrakan Sarah saat sudah pamit pergi ke pada kedua anak bosnya. Yeol dan Jean terkekeh geli melihat wajah memerah malu ayahnya.
Sarah keluar dari dalam kamarnya dan melihat
kedua putranya yang terkekeh geli, membuat Sarah mengerutkan keningnya bingung.
Seorang pria memasuki gedung perkantoran yang terdiri dari 40 lantai itu dengan tatapan dingin dan wajah datarnya. Kim Sung Yong duda tampan dengan gelar The Most Wantted Billionaire di Indonesia.
Siapa yang tidak mengenal seorang Kim Sung Yong, pria berkebangsaan Korea yang namanya
sudah terpampang jelas di setiap surat kabar dan juga majalah bisnis ternama di dunia. Sung Yong berjalan dengan angkuh ke arah lift yang disediakan hanya khusus untuk petinggi perusahaannya.
“Pagi, Sir,” kata sekretaris duanya Hani sedikit
mendesah dan tersenyum lebar.
“Hmm,” balas Sung Yong dingin.
Senyum lebar Hani hilang berganti wajah
cemberutnya. Hary berjalan ke arah Hani dengan tatapan datar dan jijiknya.
“Jika kamu masih mau berkerja di sini dan tidak mau bernasib sama seperti sekretaris yang lain, lebih
bekerjalah dengan benar,” kata Hary datar.
“Iya. Ma-af, Sir,” kata Hani gugup.
Hary berjalan ke dalam ruang Sung Yong tanpa
mempedulikan wajah Hani yang sudah memerah malu dan bergerak gelisah di tempatnya.
Semua rekan kerjanya terkekeh senang dan
sedangkan Hani menatap tajam pada semua juniornya.
Sung Yong masuk duduk di kursi kebesarannya
dan langsung mengerjakan setumpuk dokumen di atas meja. Hary berdiri di depan Sung Yong sambil memegang tap ukuran sedang di tangannya.
“Apa saja jadwalku hari ini, Hary?” tanya Sung
Yong datar tanpa mengalihkan pandangannya dari kumpulan berkas yang sedang ditanganinya.
“Hari ini Anda ada pertemuan dengan orang-orang dari China, jepang, Italia, New York, dan Jerman, Tuan,” kata Hary datar.
“Apa lagi yang mereka inginkan?” tanya Sung Yong menatap tajam Hary.
“Para pengusaha dari Jepang dan China mengirim pesan meminta Anda untuk menanamkan saham di perusahaannya, sedang dari Jerman dan New York ingin menjual perusahaannya pada Anda, Tuan,” kata Hary sopan.
“Apakah perusahaan mereka bagus dan dapat
menguntungkan bagiku, Hary?” tanya Sung Yong dingin.
“Menurut pemeriksa saya, keempat perusahaan
itu cukup mengguntungkan bagi Anda, Tuan,” jawab Hary sopan.
“Baiklah, urus semua perusahaan mereka,” perintah Sung Yong dingin dan melanjutkan memeriksa berkas kerja perusahaannya kembali.
“Baik, Tuan, saya permisi dulu,” jawab dan pamit Hary sambil membungkukkan sedikit badannya.
Hary keluar dari dalam ruang kerja Sung Yong dan berjalan ke arah lift khusus petinggi perusahaan.
Sung Yong mengeluarkan iPhone-nya dari celana licin miliknya dan melihat foto Sarah yang diambilnya diam-diam tadi malam. Sung Yong melihat foto Sarah sambil tersenyum kecil. Senyum yang pertama kali ditunjukkan semenjak peristiwa yang mampu membuatnya menjadi pria paling b******k. Sung Yong mengelus lembut foto Sarah seakan-akan dia mengelus pipi chubby Sarah.
Sarah memasuki restoran Anni dengan wajah
kesalnya, setelah tadi dia sibuk mengantarkan kedua malaikat tampannya ke sekolah mereka yang ternyata sangat besar dan ‘wow’ bagi Sarah.
“Kamu kenapa, Sar?” tanya Inna bingung melihat wajah masam sahabatnya.
“Auh, ah,” ucap Sarah kesal sambil mengakat kedua bahunya, pura-pura cuek.
Sarah memasuk ke dapur restoran meninggalkan sahabatnya yang masih menatap bingung ke arahnya.
..............
TBC