Part. 7

685 Words
Author POV. Sarah memulai aktivitasnya memasak di dapur restoran kecil milik Anni. Anni memperhatikan Sarah dengan bingung. Tapi kemudian mengedikkan kedua bahunya acuh dan pergi kembali melanjutkan kegiatan yang tadi sempat tertunda. Inna dan Sarah sibuk dengan urusan mereka masing-masing di restoran hingga siang hari. Dua bocah laki-laki tampan khas anak Korea menunggu kedatangan ayah dan ibunda tercintanya. “Huh, tatak Mommy sama Daddy mana, sih?” tanya Jeon kesal. “Sabar, Dek. Ini kakak lagi telepon Daddy,” jawab Yeol tak kalah kesal. Mobil sport hitam milik Sung Yong memasuki parkir sekolah dasar elit, tempat kedua anaknya menuntut ilmu selama enam tahun. “Daddy!” pekik keras kedua anaknya saat melihatnya berjalan ke arah mereka. Yeol dan Jean berlari ke arah Sung Yong yang sudah merentangkan kedua tangannya, menyambut pelukan hangat sang buah hati. “Daddy, lama banget, sih,” omel Yeol kesal. “Maafkan Daddy, Nak,” balas Sung Yong sambil tersenyum hangat. “Daddy, apa kita akan ke tempat Mommy?” tanya Yeol riang. Sung Yong terdiam dan menatap kedua putranya yang sangat senang ingin pergi ke tempat Sarah. Sung Yong menghela napas pasrah dan menganggukkan kepalanya, membuat kedua putranya memekik senang sambil memeluk erat dirinya. Sung Yong tersenyum kecil melihat betapa senang kedua putranya saat ingin bertemu dengan Sarah. “Ya, sudah. Ayo kita pergi,” ajak Sung Yong Sambil tersenyum lebar membuat para ibu murid di sana terpesona. Sung Yong berjalan sambil mengandeng kedua tangan putranya. Sepanjang perjalanan, Yeol dan Jean selalu saja tersenyum dan bercanda gurau, membuat Sung Yong tersenyum lebar. Sung Yong memarkirkan mobil sport-nya di halaman kecil restoran tempat Sarah berkerja. Kedua anaknya keluar dari dalam mobil dan berlari ke restoran. Sung Yong berjalan mengikuti kedua putranya masuk ke dalam restoran sambil menggeleng -gelengkan kepalanya. “MOMMY!!” teriak kedua bocah tampan yang tidak lain adalah Yeol dan Jean. Sarah memekik kaget saat dua bocah laki-laki tampan memeluk erat kedua kakinya. Sarah berlutut dan mengelus lembut rambut hitam Yeol dan Jean, membuat kedua bocah tampan itu tersenyum bahagia. Sung Yong yang baru saja sampai di depan pintu dapur dan melihat diam-diam perlakuan manis Sarah pada kedua putranya tampa sadar mengulas senyum manis di bibir. “Mommy kami lapar,” kata Jean manja. Sarah tersenyum lebar. “Ayo, Mommy sudah memasak untuk kalian,” kata Sarah lembut. Yeol dan Jean berteriak senang sambil mengikuti langkah Sarah ke arah meja makan kecil di dapur restoran yang memang disediakan Inna khusus untuk karyawan restoran. Sung Yong masuk ke dalam dapur dan langsung duduk di samping Sarah di meja makan, membuat Sarah memiringkan kepalanya melihat Sung Yong. Sung Yong menggangkat satu alisnya, bertanya saat melihat Sarah memandang lekat. Sarah mengalihkan pandangannya dari Sung Yong ke arah Yeol dan Jean yang sedang makan dengan lahap tanpa mempedulikan kedua orangtuanya. “Abis ini aku ingin bicara padamu,” kata Sung Yong datar. Sarah hanya mengganggukkan kepalanya pelan sambil melanjutkan acara makannya, Sung Yong juga menyendok nasi ke dalam mulutnya sambil sesekali melirik ke Sarah. Sarah duduk berhadapan dengan Sung Yong yang menatapnya tajam, membuat Sarah menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Menikahlah denganku,” kata Sung Yong datar. Sarah mendongakkan kepalanya kaget melihat Sung Yong yang balas menatapnya dengan datar dan terkesan santai. “Ha …, apa?!” tanya Sarah kaget. “Menikahlah dengan saya dan saya akan membayar semua hutang kedua orangtuamu,” ucap Sung Yong lagi, membuat Sarah membuka mulutnya lebar-lebar saking kagetnya. “Dari mana kamu tahu kalau orangtuaku memiliki utang?” tanya Sarah pelan. “Saya tahu semuanya,” jawab Sung Yong datar. “Bahkan saya tahu bahwa kamu datang ke sini mencari uang untuk membayar semua utang orangtuamu,” lanjut Sung Yong lagi. Sarah menggigit bibir dalamnya, memikirkan baik-baik tawaran Sung Yong pada dirinya. “Kamu harus tahu saya seorang laki-laki dan saya memiliki kebutuhan biologis, dan saya mau kamu melayani saya selayaknya seorang suami. Termasuk kebutuhan biologis saya,” ucap Sung Yong dingin membuat Sarah tersentak kaget mendengar pernyataan dari Sung Yong. Sarah terdiam cukup lama, sambil memandang wajah dingin Sung Yong. Sarah menghela napas pasrah dan akhirnya menganggukkan kepalanya pelan, membuat Sung Yong menggulum senyum. .......... TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD