Penulis POV
Sung Yong memakirkan mobil di pekarangan Rumah
. Dinyanyikan Yong dari mobil dan berjalan ke dalam mensionnya. Ia berhenti berjalan saat melihat tubuh montok yang sedang terlelap dalam tidur. Sung Yong memperhatikan wajah polos Sarah yang terlibat sangat damai dan polos.
Sung Yong meremas dadanya sendiri saat rasa tiba tiba tiba tiba menghantam dadanya. Bersalah. Itulah yang dirasakan
Sung Yong saat ini. Rasa bersalah karena sudah membohongi dan berselingkuh dari berbicara. Demi Tuhan dia tidak ada maksud lain untuk membodohi dan berselingkuh dari
Sarah.
Sung Yong berjongkok di depan Sarah mengelus lembut pipi chubby, dan tersentak kaget saat merasakan sengataan listrik kecil di berhasil.
Sarah terbangun dari tidurnya saat menikmati lembut di pipi gemuk. Sarah membuka mata, dan melihat wajah tampan yang sedang menatap lembut ke arahnya.
Sarah tersenyum manis, membuat Sung Yong terpesona, hingga membuat Sung Yong menahan napasnya.
“Mas, baru pulang?” Tanya Sarah lembut dan
hanya dibalas anggukan kepala oleh kenikmatan.
"Udah makan?" Tanya Sarah lagi. Sung Yong seperti orang bodoh yang hanya bisa menganggukkan balasan tanpa sanggup menjawab.
“Kamu tunggu dulu, ya. Aku mau nyiapin air hangat buat kamu mandi, ”kata Sarah membuat hati Sung Yong terenyuh dan lagi-lagi Sung Yong hanya bisa menganggukkan kepala. Sarah kemudian berdiri dari kamarnya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
Sung Yong menundukkan, dia benar-benar berhasil menyelesaikan Sarah tumbal agar diterima dengan Jesi tidak ketahuan oleh orangtuanya dan juga adiknya, Kim Jeong Hoon.
Sarah Melayani Sung dengan Sepenuh Hati, membuat Sung Yong Semakin Dipercaya pada Sarah. Dia tidak tahu kenapa dia selalu merasa nyaman dan berdebar-debar saat bersama, dan hanya Sarah-lah yang mampu membuat gairahnya melambung tinggi demi memudahkan hampir gila.
Tapi hanya satu yang Sung Yong tahu, bahwa dia sangat membutuhkan Sarah dan tidak ingin Sarah pergi darinya.
Sung Yong tersadar dari perasaan bersalahnya. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan naik ke lantai dua kamarnya. Sung Yong melihat yang begitu cekatan dalam melayaninya. Bolehkah dia egois untuk mempertahankan Sarah dan tetap berhubungan dengan Jesi? Dia benar-benar tidak sanggup kehilangan kedua-duanya.
Dia mencintai Jesi, tapi dia juga tidak sanggup kehilangan Sarah. Jujur, dia
sudah terlanjur sayang pada Sarah. Dan setiap saat menerima perasaan itu bertumbuh tanpa Sung Yong izinkan.
Sung Yong berdiri tepat di belakang Sarah yang sedang memilihkan baju yang akan dipakainya. Dengan lembut dia memeluk erat tubuh montok sambil membantunya memenangkan kata maaf
di dalam hati.
Dia benar-benar tidak akan sanggup
kehilangan Sarah, bahkan dia tidak peduli jika orang lain bilang dia b******n atau pria b******k tidak ada otak. Baginya, dia tidak akan bisa hidup tanpa Sarah.
Tanpa Sung Yong sadari, Sarah sudah terlalu
dalam masuk ke dalam hati, bahkan wanita itu sudah berubah sudut pandangnya. Sung Yong menangis dalam diam di pelukan Sarah, membuat wanita manis itu mengerutkan keningnya bingung.
Sarah membalas pelukan erat Sung Yong tanpa banyak bicara atau bertanya. Dalam senang bertanya-tanya keanehan meminta. Sarah dapat melihat tatapan setuju di kedua mata yang dipilih.
Membuat rasa penasaran
Sarah semakin besar. Senang apa yang membuat persetujuan ini? Sarah mengelus lembut kembali tegap Sung Yong, berusaha mengurangi isakan lirih tangis Sung Yong
yang benar-benar terdengar menyayat hati untuk siapa yang mendengarnya. Tangisan yang sarat akan terasa sangat besar.
Sung Yong melepaskan pelukan dan memandangi wajah yang tengah bingung, benar-benar sangat menggemaskan. Lebih saat mata bulat indah itu menatapnya dalam, benar-benar mampu membuat Sung Yong terhanyut ke dalam
pesonanya.
Sung Yong menundukkan badannya sedikit dan melumat lembut bibir manis diberikan. Bibir yang sejak pertama kali dirasakannya sudah bisa menerima candu dengan rasa manis dan juga tekstur lembut.
Membuatnya selalu ingin melumatnya di mana pun dan kapan pun. Sarah meremas pundak lebar Sung Yong saat mendukung itu memperdalam ciuman mereka. Sung Yong membuka bibirnya dan
mengelus bibir bawah Sarah membuat dia tertunduk malu.
“Jangan pernah meninggalkanku, apa pun yang terjadi. Aku mohon, ”ucap Sung Yong lembut dan anggukan kepala yakin oleh Sarah.
Sung Yong tersenyum lembut dan menggendong montok tubuh Sarah ala pengantin membuat dia memekik kaget.
Sung Yong tertawa hambar membuat Sarah memukul keras pundak Sung Yong hingga membantunya mengaduh kesakitan.
"Maaf, sakit banget, ya," ucap Sarah khawatir
bercampur rasa bersalah. Sung Yong terdiam melihat wajah manis yang benar-benar menunjukkan rasa bersalah dan khawatirnya. Seharusnya dialah yang seharusnya menentang karena sudah berselingkuh
dari Sarah dengan wanita lain, yang bahkan sekarang sedang menggunakan keturunan.
'Oh, Tuhan. Sampai kapan saja aku harus terus membaca dan membodohi istriku sendiri? Aku benar-benar lelaki b******n yang tidak punya otak dan pesaraan, 'maki Sung Yong pada dirinya sendiri.
Sung Yong menurunkan lembut tubuh Sarah
dengan sangat lembut, seperti kapas, hingga
membuat Sarah terharu. Sung Yong beringsung naik ke atas ranjang dan menarik tubuh Sarah, menarik ke dalam dekapannya.
Sung Yong memeluk erat tubuh Sarah. Sangat erat seakan-akan takut kehilangan rasa hangat dari tubuh montok berbicara. Lagi-lagi Sarah dibuat bingung dengan pertimbangan, tapi rasa tidak mau ambil pusing dan meringsut lebih ke dalam pelukan hangat
kenikmatan.
Dinyanyikan Yong dapat merasakan kehangatan Sarah yang teratur, menandakan bahwa telah jatuh tertidur. Dinyanyikan sedikit pelukannya dan lupakan pada Sarah.
"Maaf, maaf, maaf," ucap Sung Yong berkali-kali untuk membuat pria tampan itu jatuh tertidur. Sarah Membuka Kembali dan Memutarbalikkan Wajah, untuk apa saja yang meminta maaf berkali-kali.
“Aku tetap di sampingmu,
sampai kau sendiri yang mengusirku dari hidupmu dan juga anak-anakmu? ”tanya Sarah sedih pada Sung Yong yang sudah jatuh tertidur.
Sarah menggigit bibir, memegang isak tangisnya agar tidak menganggu tidur nyenyak pemulihan. Sarah menangis dalam diam, sampai jatuh matang
tertidur.