Part. 12

2002 Words
Penulis POV Sung Yong duduk dengan gugup di depan Penghulu. Sung Yong menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan pelan. Sarah turun dari lantai dua. Ya, Sung Yong dan Sarah mempertimbangkan untuk menggelar pernikahan di rumah Sarah. Yeol dan Jean berteriak senang melihat Sarah berjalan dengan tenang ke arah Sung Yong dan juga Pak Penghulu. Dinyanyikan Yong bahkan tidak suka melihat sangat cantiknya Sarah. Wasih membimbing putri hanya wayangnya untuk duduk di sebelah Sung Yong yang masih belum melihat. Yona datang dan membawa kerudung putih panjang yang ditaruhannya di atas kepala Sarah dan Sung Yong. "Kedip," bisik Yona geli pada Sung Yong putranya. Sung Yong tersandar dan tersenyum malu pada kedua orangtuanya dan mengklaim Sarah, serta Penghulu yang mendukung yang sedang tersenyum geli. "Meminta, apa yang bisa kita mulai?" Tanya Penghulu pada semua orang. "Bisa, Pak," jawab Sung Yong mantap, membuat pipi kedua Sarah memerah. "Letakkan mohon jabat tangan saya," ucap Penghulu setengah baya itu. Sung Yong menarik napas panjang dan mengembuskan napasnya dengan perlahan sambil memegang tangan. "Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan Anda, Kim Sung Yong, dengan Sarah Rahayu binti Surya Pramono, dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang sebesar Rp 1 miliar dan emas 10 gram, uang tunai," ucap Penghulu itu. “Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Rahayu binti Surya Pramono menerima uang tunai,” ucap Sung Yong tegas, membuat ibu dan ibu Sarah menangis terharu. Begitu juga dengan membantah dan juga ayah Sarah, yang membantah membantah. "Gimana saksi, sah?" Tanya Penghulu. "Sah!" Teriak senang semua orang membuat Sung Yong tersenyum senang dan Sarah menangis terharu. Sarah mengecup tangan Sung Yong, nikmat dan Sung Yong mengecup lembut kening, Sarah. Sarah duduk dengan gelisah di kasur pengantinnya. Sung Yong masuk ke kamar dengan keadaan kusut dan lelah, menyambut kedatangan para tamu dan juga kolega bisnisnya. Sung Yong melihat yang masih duduk di pinggir kasur, pengantin mereka, membuat lebar yang terpasang di bibir seksi, Sung Yong. Ia berjalan ke arah Sarah dengan pelan-pelan dan tidak lupa tatapan menggodanya. Sarah menggigit bibirnya kuat-kuat. “Sayang, belum ganti baju? Atau mau aku gantiin? “Ucap Sung Yong serak. Bulu kuduk Sarah meremang mendengar suara serak diundang. "Enggak, biar aku aja yang ganti sendiri," jawab Sarah sambil ingin mencoba menuju kamar mandi, tetapi niatnya harus gagal karena mendorong yang besar memegang kendali. Sung Yong memegang tangan yang ingin kabur darinya. “Ga usah diganti, Sayang. Kita langsung mulai aja, ok? ”Ucap Sung Yong langsung melumat bibir penuh nafsu. Yong Yong mengigit bibir bawah Sarah, membuat Sarah memekik tertahan. Sung Yong tidak menyia ??? nyiakan kesempatan dan langsung sajamemasukkan lidahnya ke dalam mulut Sarah. Sung Yong meremas p******a Sarah yang lembut, membuat Sarah mendesah nikmat. Sung Yong melumat rakus sebelah p******a Sarah sambil membaringkan tubuh Sarah ke tempat pengantin mereka. Sung melepaskan baju pengantin Sarah sambil memberikan tanda memerah di seluruh tubuh montok berbagi. Sarah meremas rambut Sung Yong membuat senang Sung Yong semakin besar. Dinyanyikan Yong turun dari tempat tidur dan melepaskan bajunya dengan cepat. Sarah terbelalak kaget melihat ukuran p***s yang sangat besar dan panjang. Wajah Sarah pucat mewujudkan p***s kunjungan yang besar itu masuk ke dalam miliknya yang kecil. "Ka-mu mau masu-kin itu ke dal-am mi-likku?" Tanya Sarah gugup. “Iya, Sayang, aku janji ga akan sakit, kok,” ucap Sung Yong meyakinkan dia. Sung Yong naik ke atas dan lebar lebar kedua paha Sarah dan buka lipat vaginanya yang masih sempit. Dinyanyikan Yong Yong sambil kagum. Sung Yong menundukkan persetujuan dan menghisap vaginanya berbicara dengan rakus, hingga membuat dia itu mendesah nikmat. Sarah berteriak keras dan mengeluarkan cairan cintanya. Sung Yong menghisap rakus semua cairan untuk o*****e. Sung Yong diangkat dan diposisikan kepala p***s yang sudah berdiri di depan pintu masuk v****a. Ia mendorong penisnya dengan lembut dan lembut, menikmati setiap kesenangan miliknya. Sarah berteriak sakit sambil mencakar lengan. Sung Yong mencium bibir yang diambil mengurangi rasa sakit yang diterima oleh Sarah. "Huss, Sayang, habis ini ga akan sakit lagi, aku janji," ucap Sung Yong sambil menghentak keras kejantanannya hingga benar-benar terkubur sempurna di lembah kenikmatan milik miliknya. "AHHHH ... SAKIT!" Teriak Sarah. Sung Yong mulai bergerak keluar-masuk vaginanya hingga membuat teriakan sakit menjadi teriakan kenikmatan. Kamar yang tadinya sunyi sekarang menjadi penuh dengan teriakan desahan nikmat mereka berdua. Gerakan yang dimulai dengan lembut sekarang menjadi cepat dan kasar, hingga membuat Sarah berteriak saat mendapatkan klimaksnya, sementara Sung Yong bergerak semakin cepat dan kemudian menggeram sambil mendorong dalam-dalam kejantanannya hingga ke dinding rahim Sarah, Sung Yong menumpahkan semua spermanya di dalam rahim saja. "Terima kasih, Sayang," ucap Sung Yong lembut sambil melumat lembut bibir Sarah. Sarah hanya mengangguk melepaskan pelan sambil mengeluarkan napas yang tidak beraturan sehabis mendapatkan pelepasannya. Sarah memandang ngeri yang penuh dengan tanda merah keunguan, bekas Sung Yong semalam. Sarah membasuh wajah dengan air kran dan melilitkan handuk pada tubuh polosnya. Sarah Berjalan ke Arah pintu keluar kamar mandi. Sarah berdecak kesal melihat mahluk tampan yang sedang bergelut manja di dalam selimut dengan keadaan telanjang, alias telanjang. Sarah Berjalan ke arah Lemari pakaiannya dan memakainya. Sarah turun ke lantai bawah, Berjalan ke Arah pintu kamar dan dapur untuk membuat sarapan untuk malaikat tampannya. Sarah mengeluarkan semua bahan makanan yang ada di dalam kulkas dan memasaknya dengan cekatan dan cepat. Sarah memekik kaget saat merasakan dua tangan kekar memeluk erat-erat montoknya. Sarah berdecak kesal pada saat bernyanyi yang tidak lain adalah tampannya, siapa lagi kalau bukan Kim Sung Yong. Sung Yong terkekeh geli melihat wajah kesal berbicara. Sarah menyikut perlahan perut pulih. Bukan melepaskan pelukan, Sung Yong sebaliknya memeluknya lebih erat, terkesan posesif dan mendominan. "Sung Yong, lepas," ucap Sarah lembut. "Ga mau," balas Sung Yong manja. Sarah hanya menghela napas pasrah dan memilih untuk melanjutkan kegiatan persiapan kembali. Sementara Sung Yong, pria tampan itu, masih setia memeluk erat tubuh montok bersama. Sambil mencium bau harum vanila yang menyeruak dari tubuh Sarah. Sung Yong menenggelamkan pembicaraan di celuk sambil berbicara dan menghisap rakus aroma tubuh Sarah. Benar-benar aroma yang membuat candu dan ingin terus menghirupnya. Sung Yong tersenyum lebar melihat tingkah laku kedua putranya yang begitu manja saat berbicara. Senyum Sung Yong menghilang saat melihat wajah manis berbicara, sudut terdalam menang berteriak itu salah. Ya, salah karena telah membohongi Sarah yang menerima wanita itu. Namun, dia yang masih bisa dicintainya sampai saat ini. Seminggu sudah berlalu saat Sung Yong dengan lantang kembali ijab kabul di hadapan Allah, kedua orangtuanya, bersama para saksi Dan selama itu juga jantung Sung Yong selalu tenang saat melihat senyum dan mendengarkan suara dengan lembut, Sarah. Sung Yong tidak tahu apa itu debaran jantungnya sendiri, yang dia tahu itu dia menyayangi dan juga nyaman di dekat Sarah. Mau Sung Yong dan Sarah mereka masih hidup. Begitu juga Sung Yong, yang selalu menunjukkan sikap lembut dan terbukti pada Sarah. Meskipun Sarah cukup curiga dengan sikap Sung Yong yang awal pertemuan mereka sangat dingin, lelaki sekarang tampak sangat lembut. Begitu pula saat mereka bercinta, Sung Yong juga sangat lembut dan perhatian. Tapi entah mengapa Sarah bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Sarah terbangun dari lamunannya saat merasakan tangan kekar mengelus rambut panjangnya. "Kamu mikirin apa sih, Sayang?" Tanya Sung Yong lembut dan penuh perhatian. Sarah menatap Sung Yong lama sampai akhirnya dia menggulungkan. "Engak kenapa kok, Mas," jawab Sarah sambil mengelus lembut rahang. Sung Yong mengangguk setuju dengan pelan dan menyerahkan dasi hitam pada Sarah. Sarah yang mengerti maksud Sung Yong pun mengambil dasi itu dari tangan dasi dan mengikat dengan pelan dan hati-hati ke leher sang suami. "Sudah selesai," ucap Sarah lembut. Sung Yong tersenyum lembut dan mengecup lembut kening bernyanyi. “Aku berangkat kerja dulu, ya. Hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa hubungi aku, ”ucap Sung Yong lembut dan penuh perhatian. Sarah mengangguk senang sambil mengantarkan ke depan rumah mewah mereka. Sarah melambaikan hiasan sambil tersenyum manis ke arah olahraga olahraga panggil. Suara pintu terbuka dengan keras mengagetkan Sung Yong yang sedang menggerjakan setumpuk dokumen di atas mejanya dengan serius. Sung Yong menatap tajam wanita cantik yang berjalan dengan marah ke arah, yang tidak lain adalah mantan berbicara, Fei Hung. "Siapa yang memperbolehkanmu masuk ke sini?" Tanya Sung Yong datar. "Kau menikah lagi?" Tanya Fei datar. Bukannya menjawab pertanyaan Sung Yong, Fei hanya bertanya lagi pada Sung Yong. "Iya," jawab Sung Yong dingin. BRAK! Membuat meja dengan keras hingga membuat tangan putih mulus itu memerah. Sung Yong hanya menatap datar Fei, terlihat tidak peduli dengan wajah marah Fei. “Apa tidak cukup hanya aku yang kau sakiti? Kenapa harus ada wanita lain yang kau sakiti? ”Geram Fei. "Aku rasa itu tidak ada urusannya denganmu," balas Sung Yong datar. Wajah cantik Fei semakin memerah marah. Fei menarik napas dan mengeluarkannya dengan pelan lewat mulutnya. Sung Yong. Sung Yong memandang bingung Fei. "Aku akan menghajarmu jika kamu menyakiti hati istrimu yang sekarang, Sung Yong," bisik Fei pada dirinya sendiri. Mobil sport hitam berhenti di area parkir apartemen mewah yang terletak di pusat kota Jakarta. Dinyanyikan Yong turun dengan gagahnya. Meski sudah terbukti, tapi pria itu masih terlihat tampan dan wangi. Sung Yong berjalan dengan tenang di sepanjang apartemen Lorong, seakan-akan dia benar-benar hapal dengan setiap sudut apartemen mewah itu. Sung Yong memencet kode apartemen yang sudah dihapalnya di luar kepala. Suara sinis wanita cantik dengan gaun tidur yang sangat seksi, memenangkan setiap lekuk baju yang sempurna, terpampang jelas di hadapan Sung Yong. “Masih ingat datang ke sini?” Ucap sinis seorang wanita cantik dengan perut sedikit buncit. Sung Yong berjalan maju dan menarik lembut Jesi dan melumat bibir wanitanya. Yong Yong meremas p******a lembut Jesi demi membuat wanita hamil itu mendesah nikmat. Ya, dia adalah Jesi, model cantik sekaligus simpanan Sung yong. Maaf, Sayang. Aku masih ingat untuk pulang, kok, ”ucap Sung Yong lembut. Jesi mendelik ke arah Sung Yong dan menatap tajam Sung Yong. "Ingat kau, kau malah menikah dengan wanita gendut itu," ucap Jesi marah. “Sayang aku menikahinya karena anak-anakku. Aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu, ”ucap Sung Yong yakin. Wajah Jesi melunak. Jesi beringsung masuk ke dalam dekapan hangat Sung Yong. “Maaf aku udah curiga padamu,” ucap Jesi manja. “Meminta, apa aku sekarang bisa mendapatkan hadiahku?” Ucap Sung Yong dengan lembut sambil menggendong tubuh ala pengantin dan ganti ke kamar yang biasa mereka tempati untuk bercinta. Sung Yong melumat lembut bibir Jesi. Tangan Sung Yong dan tak mau kalah sigapnya, sudah ada di dalam gaun tidur yang digunakan oleh Jesi. Sung Yong meremas p******a Jesi hingga membuat yang punya mendesah tertahan oleh ciuman panas mereka. Sung Yong mengelus lembut perut Jesi yang sedikit buncit. Sung Yong melepaskan kaitnya dan melepaskan bajunya cepat. Jesi terkekeh geli melihat kejantanan Sung Yong yang sudah berdiri tegap bak tugu, besar dan panjang. “Siap, Sayang,” ucap Sung Yong menarik celana dalam Jesi tanpa melepaskan gaun tidurnya. Sung Yong memposisikan kejantanannya di liang v****a Jesi. Jesi mendesah kuat saat kejantanan panjang dan Besar milik Sung Yong masuk dengan sempurna ke liang vaginanya. Sung Yong memompa kejantanannya dengan lembut dan pelan-pelan membuat Jesi mendesah semakin menggila. "Ahhhh ..., terus, Sayang," desah Jesi. "Sial ..., kau sangat nikmat, Baby," umpat Sung Yong nikmat. Sung Yong menggeram keras dan melepaskan lebih banyak ke dalam liang v****a Jesi, membuang semua cairan di dalam liang v****a Jesi. Di tempat lain, Sarah menunggu Sung Yong di meja makan dengan tubuh lelah dan mengantuk. Sarah menguap untuk kesekian waktu. Dia benar-benar sudah lelah menunggu Sung Yong. Sarah berjalan ke arah ruang tamu Rumah dan merebahkan tubuh di sofa Terlalu lama menunggu menunggu membuat Sarah akhirnya jatuh tertidur. Sung Yong memeluk erat tubuh Jesi seksi yang berada di dalam dekapannya. Entah mengapa dia teringat akan berbicara, Sarah. Sung Yong menggeratkan pelukannya sambil berusaha mengusir pikirannya tentang Sarah. Sung Yong melihat jam dinding kamar apartemen mewah yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tidak mungkin berbicara itu masih menunggunya. Lagi pula, apa urusannya. Mau berbicara menunggunya atau tidak bukan urusannya. Lagian yang dia cintai adalah Jesi. Bukan mengatakan itu. 'Ingat, Sung Yong, itu kau cintai itu Jesi, bukan Sarah. Dia hanya ibu untuk anak-anakmu, bukan istri untukmu, 'pikir Sung Yong sambil terus berulang kali menggulanginya di dalam pikiran. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD