Part. 11

1048 Words
Author POV “Hei … Hei … Dengarin aku dulu. Aku tahu kamu ga akan percaya sama aku, tapi perlu kamu tahu, bahwa aku Kim Sung Yong sudah benar-benar terjerat pesonamu, Sarah. Aku tidak peduli kamu cinta atau tidak denganku, yang pasti aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku dan membuatmu menjadi ibu dari anak-anakku nanti dan sekarang,” kata Sung Yong panjang sambil tersenyum manis. Sung Yong mengecup lembut kening Sarah dan berjalan keluar dari dalam kamar Sarah. Sarah memegang dadanya sendiri yang berdetak keras. Sarah mengelengkan kepala berkali-kali sambil memegang kedua pipi chubby-nya yang memanas sambil tersenyum malu. ‘Apa aku sedang jatuh cinta?’ ucap Sarah dalam hati sambil lompat-lompat tidak jelas. Sung Yong tersenyum manis senang melihat Sarah yang melompat-lompat senang. Sung Yong memegang bibir yang baru saja melumat bibir Sarah, membuat d**a berdegup kencang. Sung Yong tersenyum senang melihat Sarah yang baru saja keluar dari dalam rumah kontrakannya. Sarah menunduk malu saat mata mereka tidak sengaja bertemu. Sedang Sung Yong malah tersenyum senang melihat sikap malu-malu wanitanya. Ya, wanitanya. Sarah hanya miliknya dan calon ibu bagi anak-anak. Hati Sung Yong menghangat memikirkannya. Sung Yong membukakan pintu mobil untuk Sarah dan juga kedua putranya. Setelah itu dia ikut masuk dan menjalankan mobilnya dengan wajah senang dan senyum manisnya. Yeol dan Jean tertidur sepanjang perjalanan ke kampung halaman Sarah, sedangkan Sung Yong masih dengan gencar-gencarnya mendekati Sarah. Sung Yong mengambil satu tangan Sarah dan menggenggamnya erat sambil sekali-kali menciuminya. Sarah berusaha bersikap tenang, walaupun degup jantung tidak bisa berdetak dengan tenang. Sarah hanya bisa berdoa dalam hati semoga saja Sung Yong tidak mendengar degup jantungnya yang berdetak keras. Sarah mengutuk cara mengemudi Sung Yong yang terlalu lambat seperti siput di jalan aspal, padahal dia sangat ingin sampai ke rumahnya dengan cepat dan menghindari tatapan Sung Yong yang sangat lembut dan penuh cinta. Tatapan yang tidak pernah Sung Yong berikan pada wanita manapun kecuali Sarah dan dia. Mobil Sung Yong berhenti di depan rumah sederhana minimalis milik keluarga Sarah. Sarah langsung keluar dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Sung Yong tersenyum melihat Sarah yang seperti anak kecil, sangat menggemaskan di matanya. Sung Yong membukaan pintu belakang, membangunkan kedua putranya. Yeol dan Jean terbangun dari tidur nyenyaknya sambil mengucek kedua matanya dan berjalan keluar dari dalam mobil ayahnya. Sung Yong memicingkan kedua matanya melihat mobil hitam yang sangat dikenalnya terparkir manis di depan rumah orangtua Sarah. Sung Yong sangat yakin bahwa mobil itu milik orangtuanya. Sung Yong dan kedua putranya memasuki rumah orangtua Sarah dengan kedua putranya yang masih setengah mengantuk. “Papa, Mama,” ucap Sung Yong melihat ayahnya sedang mengobrol santai dengan ayah Sarah. “Hai, Son,” sapa Kim Joong Won santai pada anaknya. “Hai, Sayang” sapa Yona yang baru keluar dari belakang, yang diyakini Sung Yong ada dapur di rumah orangtua Sarah. Yona dan Wasi, ibunya Sarah, duduk bersampingan dengan suami mereka. Joong Won memandang lembut istrinya. Sedangkan Sung Yong sudah memeluk possessive pinggang Sarah. Surya berdehem pelan mengalihkan perhatian dua pasang yang berbeda usia itu. Sung Yong dan Joong Won mengalihkan pandangannya dari wanita mereka masing-masing yang sedang mereka pandang. Yona tersenyum maaf pada Wasih dan dibalas anggukan kecil oleh Wasih. Sedangkan Sarah menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya. “Hmm …, maksud kami ke sini adalah untuk melamar putri Anda, Sarah, untuk putra saya, Kim Sung Yong,” ucap Joong Won serius. Surya tersenyum pada Joong Won dan Yona. “Begini, Pak, Bu, saya memang ayah Sarah, tapi yang mempunyai keputusan adalah Sarah sendiri,” balas Surya serius. Semua orang di ruang keluarga itu memandang serius pada Sarah, kecuali Sung Yong, yang memandang penuh harap pada Sarah. Sarah terdiam. Jujur, dalam hatinya, dia masih bimbang, tapi saat melihat tatapan penuh harap dari Yeol, Jean, dan juga Sung Yong membuat Sarah akhirnya menganggukkan kepala. Sung Yong berteriak senang dan langsung memeluk tubuh montok Sarah dengan erat, bahkan Sung Yong tidak segan mencium seluruh wajah Sarah hingga membuat kedua orang tua Sarah melotot kaget. Joong Won berdehem keras sambil menyikut lengan putranya. Sung Yong yang baru sabar langsung menghentikan perbuatannya dan meminta maaf pada kedua orangtua Sarah dan juga orangtuanya dengan kikuk. Sung Yong memeluk possessive pinggang Sarah sambil memberikan tatapan tajam bagi para wanita yang berani memberikan tatapan jijik pada wanitanya. Sung Yong dan Sarah memasuki salah satu butik baju pengantin yang direkomendasikan oleh ibunya, Yona. “Yeol dan Jean, ke mana?” tanya Sarah pada Sung Yong. “Mereka di rumah orangtuaku, Baby,” jawab Sung Yong lembut sambil mencium pipi Sarah lembut dan cepat. Sarah menunduk malu dan mencubit pinggang Sung Yong. “Awww, sakit, Baby,” ucap Sung Yong lembut.Sarah hanya mendengus kesal dan meninggalkan Sung Yong di pintu masuk. Sung Yong berlari kecil menyusul Sarah sambil berteriak manja membuat seluruh wanita terkekeh geli. Sung Yong menunggu Sarah yang sedang mencoba baju kebaya untuk pernikahan mereka dengan gelisah. Bagaimana dia tidak gelisah, ini sudah satu jam lamanya dia menunggu. Apa semua wanita yang mencoba baju mereka selalu lama? Sarah keluar dibantu oleh pegawai butik yang sangat kelihatan sangat tidak ikhlas membantu Sarah. Sarah memanggil nama Sung Yong malu-malu sambil menunduk. “Sung Yong,” panggil Sarah pelan. Sung Yong membalikkan badannya dan terpaku melihat wanitanya yang begitu cantik di matanya. “Jelek, ya?” ucap Sarah pelan, sedangkan pegawai Butik di belakangnya sudah tersenyum senang. Dia yakin bahwa pria tampan yang berada di depannya ini pasti akan membatalkan pernikahannya dengan wanita gendut di sampingnya ini. “Kamu sangat cantik, Baby,” puji Sung Yong sambil mencium ruas-ruas jari Sarah dengan lembut, membuat senyum mengoda pegawai Butik itu luntur seketika. “Sekarang ganti bajunya lagi, ya, Baby,” ucap Sung Yong lembut pada Sarah. Sung Yong mengalihkan pandangannya dari Sarah ke arah pegawai butik itu yang masih menatap penuh minta. “Jaga sikapmu atau saya sendiri yang akan membuat kamu keluar dari butik ini dan saya pastikan kau tidak akan diterima di butik mana pun,” ucap Sung Yong dingin, membuat wajah pegawai Butik itu pucat. “Ba-ik, Tu-an,” balas pegawai itu gugup dan langsung pergi dari pandangan Sung Yong. Sung Yong menyerigai kejam baginya tidak ada yang tidak mungkin jika dia yang menginginkannya. Jika ada yang menghalangi jalannya, maka pasti orang itu tidak akan dapat merasakan surga dunia melainkan neraka. ......... TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD