Pekerjaan hari ini membuat Daren begitu tersiksa, pikiran Daren ada di tempat lain. Masih membayangkan tubuh manis Amy yang menggeliat di bawah Daren. Tidak dapat berkonsentrasi menyebabkan Daren amat sakit kepala.
Sudah beberapa minggu lamanya, Daren tidak menghubungi Amy. Bahkan Daren tidak bertemu lagi dengan Amy.
Daren punya beberapa pekerjaan yang tidak boleh di tinggal begitu saja, dan Daren juga mencoba untuk tidak menelepon Amy. Mencoba...
Kadangkala tanpa di sadari, Daren meraih Androidnya dan hampir menelepon Amy, tapi di lempar hpnya kemudian. Daren belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Amy seperti candu buat Daren, setelah memakai Daren akan terus - terus ingin memakai, kerinduan untuk merengkuh tubuh Amy begitu kuat dalam diri Daren.
Hari ini pekerjaan Daren selesai, tapi Daren agak ragu. Bingung bagaimana bila akan bertemu Amy.
Telepon Daren berbunyi, saat berbicara di telepon wajah Daren menjadi kaku dan pikirannya tidak karuan. Ada kabar bahwa Amy sakit. Secepat kilat Daren pergi ke bandara. Pesawatnya akan berangkat pukul 10.11 pagi dan Daren sudah berada di bandara pukul 8.00 pagi.
Gusar, cemas, semua sudah berkumpul jadi satu. "Kenapa Amy bisa sakit?" Apakah bosnya memperlakukan Amy terlalu gila?" Apa Amy baik - baik saja?" Beribu pertanyaan ada di benak Daren. Daren menyesali keputusannya untuk tidak menghubungi Amy selama ini. "s**t! Sial!" Batin Daren lemah.
Saat berada di pesawat, Daren terus berdoa agar Amy baik - baik saja. Wahh Daren bisa juga yah berdoa..hehehe
Tiga jam penerbangan tidak membuat Daren jetlag. Setiba di tempat tujuan, di panggilnya taxi dan langsung menuju kosnya Amy. Dalam perjalanan ke kos Amy, Daren menutup matanya rapat - rapat.
"Amy... maafkan aku. Sepertinya daya tarikmu itu.. juga.. sudah menjeratku." Lirih Daren lemah.
Sampai di depan kosnya Amy, Daren lari menaiki anak tangga. Dan sampailah di depan pintu Amy, Daren ngos - ngosan, di ketuknya pintu itu beberapa kali namun tidak ada sahutan.
Dalam kamar Amy, merasa ada yang mengetuk pintu kamarnya, agak kaget sebenarnya. Amy sedang memasak mie, Amy doyan makan mie. Selesai masak, di letakkan di meja makan. Sekali lagi Amy mendengar ketukan di pintu, tapi sudah agak kuat kedengarannya.
" Nih orang sudah gila barangkali.." celoteh Amy sendirian.
Amy membuka pintu dan teramat terkejut melihat siapa yang di depan pintunya. Mulut Amy menganga menandakan keterkejutannya.
Lalu Daren merengkuh tubuh Amy.
"Syukurlah kau baik - baik saja. Aku begitu cemas." Kata Daren.
Amy tidak bersuara, terlalu takjub dengan apa yang di lihatnya. Daren lelaki b******k yang meninggalkannya setelah bercinta. Tanpa kabar sekian lama, dan tiba - tiba datang begitu saja. Agak aneh menurut Amy akan kelakuan Daren, tapi Amy diam saja.
Jantung Daren berpacu saat memeluk Amy. Lalu Daren mencium Amy. Daren memiringkan kepalanya untuk merasakan manisnya bibir Amy. Amy diam saja, tidak menolak ataupun merespon ciuman Daren.
Daren menutup pintu kosnya Amy, lalu menguncinya.
Di peluknya Amy lagi, kemudian Daren langsung menyambar bibir Amy lagi. Daren mencoba membuka bibir Amy tapi Amy tidak bergeming.
Melihat itu, Daren semakin gemas. Tangan Daren langsung merayap dalam tubuh Amy. Disusupkan tangannya ke bawah, dan menemukan kelemahan wanita manapun.
Daren melihat Amy tersenyum, Daren membalas senyum Amy. Langsung di lumatnya bibir Amy, dan lidahnya masuk mencari lidah Amy. Seketika itu juga Amy merespon ciuman Daren. Dalam hati Daren gembira. Daren menarik tangannya kemudian, lalu kedua tangan Daren memegang kepala Amy sambil melumat bibir Amy. Amy pasrah.
Ciuman mereka lama dan indah. Daren membisikkan kata manis di telinga Amy, membuat Amy bergetar. Wajah Amy merona merah..dan itu membuat Daren bahagia.
Daren mengangkat tubuh Amy ke tempat tidur. Lalu di kecupnya tubuh Amy. Saat itu Amy mengenakan daster pendek sexy. Cukup sexy bagi Daren. Karena apapun yang di pakai Amy akan kelihatan sexy di mata Daren.
"Amy... kau sangat indah sayang." Kata Daren lirih dan serak
Bisikan Daren tadi adalah akan memijat Amy, seluruh tubuh, wajah Amy langsunh merah seperti tomat.
Maka di mulai proses pijit memijit, Daren melebarkan kaki Amy. Saat melakukan itu, Amy menutup mata. Membuat gelora Daren semakin meningkat. Lalu tangan Daren memijat kaki kanan Amy, dari bawah ke atas sampai paha. Berulang kali.
Setelah kaki kanan, lalu kaki kiri Amy. Secara berulang Daren memijat kaki indah Amy. Lalu daster Amy di angkat ke atas, sampai di pangkal paha Amy, agak erotis jika di lihat dari posisi Daren.
Daren berdehem agak keras agar tidak langsung menyerbu Amy.
Kemudian kaki kiri dan kaki kanan Amy, di tarik Daren sehingga telapak kaki Amy saling bertemu. Agak membuat mengangkang sebenarnya, dan Amy tambah bergetar dibuat seperti itu. Bagian bawahnya terekpos dan terbuka dalam posisi itu.
Namun Daren berpindah untuk memijat leher sampai d**a Amy. Langsung ke perut, dan berlama - lama di pinggang.
Amy menutup mata rapat - rapat menikmati pijitan Daren. Melihat itu, Daren mengambil dasinya dan menutup mata Amy. Dan di ambilnya dasi satunya dalam tas, kemudian mengikat tangan Amy di atas kepala.
Amy hanya dapat pasrah di perlakukan seperti itu. Kemudian Daren melepas daster Amy, dan bajunya sendiri. Keduanya kini tengah polos seperti bayi baru lahir.
Daren berjalan menuju kulkas mini di samping meja makan, dan mengambil es. Lalu es itu di oleskan ke pinggang, terus kebawah di tempat paling intim milik Amy.
Amy berteriak saat merasakan itu di bagian bawahnya. Kemudian Daren mencumbu Amy dan akhirnya mereka bercinta dengan liar. Daren senang, berarti Amy tidak bercinta beberapa hari ini.
Kemudian Daren membuka ikatan dasi itu di tangan dan mata Amy.
Keduanya amat menikmati percintaan yang mereka membuat tubuh mereka berkeringat dan napas mereka tidak beraturan. Kini Daren melepaskan tubuhnya dan berada di samping Amy.
Amy memejamkan matanya rapat - rapat lalu air mata mengalir tanpa Amy sadari. Daren tidak luput memperhatikan air mata itu, Daren memberanikan diri mengecup air mata yang keluar itu.
''Amy... kau menyesal?" Kata Daren
Amy hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya.
Daren memeluk mesra Amy, kepala Amy di dekap di d**a Daren...
"Syukurlah...." kata Daren lirih.
Dalam hati Amy bersyukur bahwa, Daren ternyata tidak tidur dengan wanita lain. Seminggu beralasan sakit agar tidak melayani bosnya, karena Amy rindu belaian, sentuhan, rintihan kenikmatan Daren... suara Daren.. bahkan wajah tampan Daren.
Amy tahu... bahwa hatinya perlahan menghangat saat mengingat Daren.
To be continueee....
Yoooo tengkyu karena sudah membaca....