"Rio, kenapa lo?"ujar rafa seraya berlari kearah rio
"Sakit bang"rengeknya
"Emang kenapa sih?"tanya rafa
"Tau nih, siapa sih yang ngepel. Masa ember taruh tengah jalan, ya gua kan jadi jatuh"gerutu rio
"Ya udah sih kayak gitu doang mah. Dah sekarang bangun"ujar rafa membantu rio berdiri
Saat rio sudah berdiri bertepatan dengan datangnya seorang perempuan cantik yang ingin mengambil ember tersebut
"Permisi mas"ujar perempuan itu sopan
"Eh iya. Maaf kamu siapa ya?"tanya rafa
"Saya pembantu baru disini"ujarnya sopan
"Oh jadi lo pembantu baru pantesan ngepel aja kagak bener. Gara-gara lo gua jadi jatuh kan"bentak rio
"Woy gak usah teriak-teriak masih pagi juga shubuh aja belum"ujar rafa sedikit berbisik
"Maaf mas saya gak tau. Saya janji gak akan ngulangi perbuatan saya lagi"ujar pembantu itu
"Ok"ujar rio seraya melipat kedua tangannya di depan dada
"Ya udah kalo begitu saya permisi kebawah dulu"ujarnya lalu mengambil ember yang tadi ia gunakan
Setelah kepergian cewek itu, rafa pun langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil koper yang akan ia bawa
"Dah cepetan ambil koper"ujar rafa lalu berlalu menuju kamarnya
"Ok"ujar rio lalu berlari menuju kamarnya
Setelah mengambil koper mereka berdua pun langsung turun bersama-sama. Sesampainya di lantai bawah mereka pun disambut oleh pembantu cantik yang tadi ia temui
"Pagi tuan"ujar pembantu itu sopan
"Pagi"ujar rafa dan rio bersamaan, lalu duduk dimeja makan
"Mau makan apa tuan?"tanya pembantu itu
"Waffle sama orange juice aja"ujar rafa diikuti anggukan dari rio
"Ya udah saya permisi dulu"ujarnya lalu berjalan menuju dapur
Setelah kepergian cewek itu kedapur kini rafa dan rio sedang berbincang-bincang
"Bang cewek tadi siapa ya?"ujar rio yang mulai kepo
"Kan udah dia bilang kalo dia itu pembantu"ujar rafa seraya meletakkan topi kebanggaannya diatas meja
"Iya gua juga tau. Tapi siapa namanya?"tanya rio
"Kenalan aja sana"ujar rafa
"Lo mau gua ketauan sama laura, keatuan bisa habis gua diomelin sama gua diceramahin mungkin"ujar rio
"Eh lo tuh kenal laura darimana sih?kan kita beda maskapai"
"Lo dulu tau gak, cewek cantik yang waktu MOS itu bisa gak tunduk sama lo"ujar rio diikuti anggukan rafa
"Nah dia itu laura"ujar rio
"Oh jadi dia. Emang sih waktu ngeliat dia dibandara yang lebih tepatnya adegan kemarin gua tuh sambil inget-inget dia"ujar rafa
"Ya jelas lah lo kenal, kan dia yang bikin malu lo satu sekolah gara-gara dia gak sengaja jatuh dan lo ada dihadapannya jadilah ciuman itu. Eh berarti itu first kiss lo dong"ujar rio lalu terbahak
"Enak aja. Itu kan gak sengaja. Udah sh gsk usah diungkit udah lama juga"ujarnya mengalihkan pembicaraan
Saat sedang asyik mengobrol, sarapan yang mereka tadi pesan sudah siap untuk dihidangkan
"Permisi tuan ini sarapannya"ujarnya seraya menaruh hidangannya itu
"Ok thanks"ujar rafa
"Kalo begitu saya permisi dulu kebelakang. Selamat makan"ujar seraya berlalu
"Eh tunggu dulu"ujar rafa membuat pembantu itu berhenti dan menoleh kearah rafa
"Ada apa tuan?"tanya pembantu itu seraya menghampiri rafa
"Jangan panggil saya tuan"ujar rafa
"Terus panggil kalian siapa?"tanya pembantu itu
"Panggil saya rafa dan dia rio"ujar rafa memberitahu
"Ok. Baiklah"ujar pembantu itu
"Oh ya nama kamu siapa?"tanya rio
"Tadi katanya gak mau kenalan, dasar bocah"batin rafa
"Devi"ujar pembantu itu
"Devi doang"ujar rafa lalu menenggak minumannya
"Anjani devita putri"ujar pembantu itu
"Ok kalo gitu kita panggil kamu anjani, mau gak?"tanya rafa
"Ya udah gapapa. Terserah kalian aja"ujarnya seraya tersenyum senang
"Oh ya kalian mau kenama? Kok pagi-pagi buta udah pada rapih"ujar anjani
"Mau kerja, udah dulu ya saya mau berangkat"ujar rio lalu bangkit berdiri diikuti rafa
"Mamaaaa"teriak rio
"Apasih sayang?"ujar mama yang masih mengenakan piyama tidur
"Kita berangkat dulu ya, takut telat"ujar rafa seraya mencium tangan sang mama
"Ok. Hati-hati ya. Salam buat yang lainnya"ujar mama
"Pasti mah"ujar rio kini mencium tangan sang mama
"Pah berangkat dulu"ujar rafa seraya mencium tangan sang papa
"Rio juga pah"ujarnya sambil mencium tangan papahnya
"Ya udah mah, pah kami pergi dulu. Assalamualaikum"ujar rafa dan rio lalu berjalan menuju teras rumahnya
Setelah kepergian rio dan rafa untuk bertugas. Kini di rumah hanya tinggal orang tua si kembar dan pembantu cantik yakni anjani
"Permisi bu. Saya boleh minta izin kerja gak bu?"tanya anjani
"Emangnya kamu mau kemana?"tanya mama
"Saya mau bekerja karena sebenarnya menjadi pembantu itu adalah kerja sampingan saya buat menggantikan ibu saya yang lagi sakit"ujar anjani
"Terus pekerjaan kamu yang sebenarnya apa?"tanya papa yang sedari tadi duduk disamping mama
"Pramugari"ujar anjani
"Kalo pekerjaan kamu pramugari tapi kenapa kamu milih sebagai pembantu?"tanya mama
"Karena kalo kerja jadi pramugari saya jarang sekali pulang kasihan ibu saya yang lagi sakit. Tapi kalo masih ada pekerjaan sampingan saya kan bisa izin keatasan saya"ujar anjani menjelaskan
"Memang siapa atasan kamu?"tanya mama
"Ketuanya namanya regan eka wiraatmadja dan wakilnya rafa adrian wicaksono"ujar anjani
"Regan?rafa? Mereka berdua....."batin mama
"Ya udah kalo begitu kamu boleh siap-siap sekarang"ujar mama
"Makasih ya bu udah izinin saya"ujar anjani
"Iya"ujar mama
"Kalo begitu saya permisi ke atas untuk siap-siap"ujarnya lalu berlari menuju kamarnya yang lebih tepatnya kamarnya almh.rena
Sementara itu dibandara, rafa dan rio sudah tiba dan langsung disambut oleh regan yang tidak lain adalah sepupu rafa
"Baru nyampe lo?"tanya regan seraya menghampiri mereka berdua
"Iya, lo sejak kapan disini?"tanya balik rio
"2 jam yang lalu"ujar regan membuat rio dan rafa terbelalak kaget
"Busyet dah, ngapain aja lo disini?"tanya rio
"Tadi ngecek pesawat, sama barusan habis dari mushola. Lo udah sholat belum?"tanya regan
"Astagfirullah, belum"ujar rafa
"Ya udah sana habis itu langsung ke hanggar ya"ujar regan sambil berlalu menuju kantornya
"Iya"ujar rio dan rafa sambil berlari menuju mushola
30 menit kemudian mereka berdua sudah selesai sholat dan mereka pun langsung berlari menuju hanggar karena sudah ditunggu oleh rekan-rekan mereka
"Heuh....bagus lo ya darimana aja lo?"ujar raka kesal
"Ya maaf, orang habis dari mushola habis sholat, emang gak boleh?"tanya balik rafa
"Ya bolehlah, kirain gua habis darimana"ujarnya
"Oh ya si adit mana?"tanya rio
"Ngapain lo nyari-nyari gua?"teriak adit dari arah belakang
"Kangen sama kamu"ujar rio manja
"Apaan si lo yo, oh ya lo udah ditungguin laura tuh diwaiting room"ujar adit membuat rio sedikit kaget
"Astaga gua lupa kalo laura ikut. Ya udah gua kesana bentar deh"ujar rio ingin berlari
"Eitssss....udah gak keburu"ujar rafa seraya menarik kerah baju seragam rio
"Terus gimana?"tanya rio
"lo kan penerbangan kedua, lo ntar pas ada pengumuman keberangkatan lo masuk ke pesawat yang ntar gua pake. Nah disitu lo bisa nyapa laura"ujar rafa
"Ide lo bagus juga ya"ujar rio
"Tapi nyapanya jangan lama-lama cukup 5 menit aja"ujar rafa
"Iya bawel"ujar rio
"Ya udah ikut gua ke pesawat bentar lagi pengumuman"ujar rafa lalu menyeret kopernya
"Ok"ujar rio lalu menyusul rafa
"Gua duluan ya"ujar raka sambil menyeret kopernya menyusul rafa
"Take care bro"ujar regan
"Happy flight guys"ujar salah satu rekan mereka
"Iya"teriak raka
Sesampainya di dalam pesawat rafa dan raka pun langsung menuju kokpit
"Rio lo di depan aja biasa menyambut penumpang nah kalo penumpang udah masuk semua lo turun"ujar rafa
"Ok"ujar rio lalu keluar kokpit
"Raf gak ikut ke depan?"tanya raka
"Gak ah gua disini aja"jawab rafa santai
"Ya udah gua kedepan dulu ya biasa penyambutan"ujar raka sambil menepuk bahu rafa dsn berlalu menuju cabin
Sementara para rekannya sedang asyik menyambut para penumpang, kini rafa hanyut dalam pikirannya sendiri
"Abang kangen kamu"lirih rafa sembari melihat foto rena yang ia jadikan wallpaper hp nya
"Abang bakal kabulin keinginan kamu, keinginan untuk ke paris"ujarnya seraya menahan air mata
"Gak cuma abang loh yang kesana tapi juga bang rio, laura, dan juga adit. Tapi ada beberapa rekan kerja abang juga sih"ujarnya tersenyum kecut
Sementara itu di cabin raka dan rio sedanv asyik menyambut para penumpang ketika seorang pramugari menghampiri mereka
"Maaf capt saya telat soalnya tadi ada urusan sebentar"ujar pramugari itu
"Oh begitu. Ya udah gapapa"ujar raka sopan
"Kayak pernah tau deh sama pramugari ini, kok kayak pembantu di rumah yah, tapi masa iya sih seorang pramugari tiba-tiba jadi pembantu. Tapi.....ah tau ah"batin rio
"Woy bengong aja"ujar raka
"Apaan sih siapa juga yang bengong"ujar rio
Dan tak lama kemudian laura pun mulai memasuki cabin dan langsung disambut oleh rio
"Hey, beib"ujar rio seraya tersenyum
"Kok kamu ada disini sih? Bukannya kamu penerbangan kedua?"tanya laura bingung
"Ceritanya panjang. Nanti aku ceritain kalo udah sampe paris. Aku kesini cuma mau bilang happy flight ya beib"ucap rio
"Thanks. Kamu juga nanti take care ya"ujar laura
"Ok beib. Ya udah aku turun dulu. Bye, see you in paris"ujar rio lalu mulai menuruni anak tangga
Laura pun segera mencari tempat duduknya. Tak lama kemudian pesawat sudah mulai meninggalkan apron menuju tempat take off. 15 menit kemudian pesawat take off meninggalkan indonesia menuju paris. Laura pun hanya memandang ke luar jendela dengan tatapan kosong
"Kita bakal kabulin keinginan kamu ren"ujarnya dalam hati
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang mereka akhirnya tiba di salah satu bandara internasional di Paris. Dan setelah turun dari pesawat laura langsung WA rafa
"Kak aku tunggu di pintu kedatangan luar negeri aja ya"ujar laura
"Ok. Nanti kakak nyusul kamu"balas rafa
Setelah melihat membaca WA dari rafa, laura pun segera berlalu untuk mengambil barang dan langsung menunggu di pintu kedatangan.
Sementara itu rafa yang dari tadi masih sibuk di pesawat kini sudah mulai menuruni tangga untuk menyusul laura
"Duh, semoga aja si laura nggak marah deh"ujarnya seraya mencoba menelpon laura
Dan saat sedang berjalan tanpa sengaja rafa menabrak seseorang yang berjalan dari arah berlawanan
BRUKKKK.....
"Oh sorry, sorry"ujar rafa
"No problem, Sir"ujar gadis itu
"Kok kayak pernah liat ya? Kayak pembantu di rumah, tapi masa iya sih. Dan tunggu dulu.....kenapa pakaiannya kayak pramugari maskapai gua"batin rafa
"Hey, what do you mean?"ujar gadis itu sedikit berteriak sehingga membuyarkan lamunan rafa
"Oh sorry. Emmm....what's your name?"tanya rafa
"Anjani Devita you can call me devi"ujar gadis itu seraya tersenyum sopan
"Oh, what's you job?"tanya rafa
"Stewardess"jawab gadis itu
"In which airlines?"tanya rafa
"Garuda indonesia airlines"jawab gadis itu dan sukses membuat rafa terperangah kaget
"Do you speak indonesia?"tanya rafa
"Yes, karena saya orang indonesia"ujar gadis itu
"Tapi apakah saya boleh bertanya satu hal?"tanya rafa
"Silahkan"jawab gadis itu
"Tadi kamu bilang nama kamu anjani devita kan?"tanya rafa
"Iya, terus kenapa?"tanya balik gadis itu
"Nama panggilan kamu sebenarnya bukan devi kan tapi anjani dan sepertinya saya pernah melihatmu"ujar rafa
"Emm....mungkin beda orang kali"ujar gadis itu mengelak
"Bisa jadi"ujar rafa
"Maaf captain saya tidak bisa berlama-lama karena saya masih ada urusan. Saya permisi dulu"ujarnya lalu bergegas meninggalkan rafa
Sepeninggal gadis itu kini rafa segera bergegas menemui laura yang sudah nyaris 1 jam menunggu dirinya
"Duh semoga aja si laura kagak ngomel dan kagak ngadu sama si rio. Kalo ngadu bisa gawat nih"gerutu rafa seraya menyeret kopernya keluar dari pintu kedatangan luar negeri
Setibanya di depan pintu kedatangan rafa pun langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia tunggu. Tak lama kemudian ia menemukan sosok yang ia cari yang sedang berdiri lemas menyandar ke dinding
"Hey, lama ya"ujar rafa seraya menghampiri laura
"Banget. Udah pegel nih, ngapain aja sih disana"rengek laura manja
"Ra gua bukan rio, gua rafa. Jadi jangan manja-manja ya kalo sama gua"ujar rafa memberitahu
"Ok. Kalo gitu sekarang mending cari makan udah laper nih"ujar laura
"Ok. Yuk"ujar rafa lalu menggandeng tangan laura
Tak lama setelah itu mereka sudah tiba di salah satu restoran yang letaknya masih didalam lingkungan bandara
"Kak duduk disitu aja yuk"ujar laura diikuti anggukan rafa
Setelah duduk dan memesan makanan kini mereka sedang asyik mengobrol. Sampe akhirnya saat rafa mengedarkan pandangannya tanpa sengaja ia melihat sosok yang sangat familiar
"Kok kayak pramugari tadi?"batin rafa
"Woy, kak....kak rafa"ujar laura membuyarkan lamunan rafa
"Eh iya ra. Kenapa?"tanya rafa
"Kakak yang kenapa, ngeliatin apa sih?"ujar laura
"Gak kok kakak gak liat apa-apa"ujar rafa berbohong
"Oh ok"jawab laura
"Siapa dia sebenarnya? Apa pekerjaan dia yang sebenarnya?"batin rafa
*****BERSAMBUNG*****
____________________________________________
Siapakah sosok yang dilihat rafa? Apakah anjani atau bukan?
Tunggu kelanjutannya hanya di 'CINTA BERSEMI DI ATAS AWAN'
#sorry ya guys kalo ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimatnya. Mohon dimaafkan ya guys
#oh ya jangan lupa untuk vote dan comment ya. Ditunggu loh vote dan comment dari kalian semua