Rafa pun mulai melajukan mobilnya kembali dan rafa pun membunyikan klakson saat mobilnya berada disamping mobil rio
Tiiinnnn.....
"Raf ngapain lo bunyiin klakson?"tanya adit
"Nyapa satpam yang di pos aja"ujar rafa ngawur
"Oh begitu"ujar adit membuat rafa bernafas lega dan kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang dituju
Saat ditengah perjalanan hp milik rafa berbunyi menandakan ada pesan yang masuk
Gua dibelakang mobil lo, tapi sedikit jauh biar si adit gak curiga
Setelah membaca pesan dari rio, rafa pun melirik kearah kaca spion mobilnya dan ternyata benar tak jauh dari mobil mereka terlihat mobil berwarna silver yang tak lain adalah mobil milik rio.
Tak lama kemudian mobil milik rio menyalip mobil rafa yang membuat rafa terkejut adalah mobil itu berbelok kearah yang berlawanan dari arah yang seharusnya.
"Kenapa rio belok kanan? Kan harusnya kiri?"ujar rafa dalam hati
Tiba-tiba hp milik rafa berdering kembali menandakan ada pesan yang masuk
Sorry gua duluan. Gua sengaja potong jalan biar cepet soalnya laura udah pengen banget ketemu sama almh.rena
Setelah mendapat pesan dari rio, rafa pun sedikit lega. Dan tak lama kemudian mobil miliknya sudah tiba di tempat tujuan. Tempat yang terkahir kali ia kunjungi sekitar 2 tahun yang lalu.
Setelah mematikan mesin, rafa pun segera turun dan berjalan mendahului adit yang masih bingung
"Ren, abang balik lagi ren. Abang balik buat nemuin kamu lagi ren. Abang kangen sama kamu. Dan abang bawa orang kamu cintai ren buat ketemu sama kamu katanya sih dia kangen, pasti kamu seneng deh ren"ujar rafa dalam hati seraya menghapus air matanya yang mulai membasahi pipinya
"Raf, bukannya ini san diego hills kan?"tanya adit membuat rafa kaget
"Iya, why?"tanya balik rafa sambil terus berjalan menuju tempat yang dituju
"Masa iya bidadari gua nunggu disini"ujarnya masih tetap berjalan dibelakang rafa
"iya bidadari lo emang udah bilang sama gua, kalo dia itu nunggu DISINI"ujar rafa seraya berhenti disalah satu makan dan menunjuk kearah nisan itu
Adit pun yang juga berhenti akhirnya menoleh kearah yang dituju rafa. Matanya pun terbelalak saat melihat nisan itu
Rena adriani wicaksono
Lahir: 17-02-1992
Wafat: 20-10-2012
"Raf, apa maksudnya ini?jelasin sama gua"ujar adit sedikit berteriak dan menggenggam kerah kemeja rafa
"Dia pergi saat mau nyusul laura ke paris"ujar rio yang sedang berjalan menghampiri rafa dan adit sambil menggandeng laura yang sudah terisak
"RENAAAA....."teriak laura lalu melepaskan gandengannya dengan rio dan terjatuh diatas nisan rena
"Ren, kenapa lo pergi? Kenapa secepat ini?"ujar laura seraya menghapus air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya
"Dan kenapa nama belakang rena sama kayak lo berdua?"tanya adit
"Karena dia adik kita"jawab rafa menahan tangisnya
"Adik?maksudnya apa?"tanya adit tak mengerti
"Kalo lo mau tau, nih surat terakhir dari rena khusus buat lo. Baca gih"ujar rio seraya menyerahkan surat itu kepada adit
Adit pun menerimanya. Ia pun langsung membuka dan membacanya
Dear adit
Aku cuma mau bilang, mungkin saat kamu baca surat ini aku sudah pergi meninggalkanmu. Tapi aku janji aku akan bahagia disana. Meskipun kita tidak akan berjumpa lagi.
Adit aku cuma mau bilang satu hal sama kamu kalo aku sebenarnya adalah adiknya dari rafa adrian wicaksono sama rio adrian wicaksono. Aku adalah rena adriani wicaksono. Maaf ya dit aku harus ngasih tau kamu dengan cara kayak begini. Tapi aku ngelakuin itu karena aku pengen tau seberapa besar orang-orang menyayangi aku tanpa ada nama wicaksono dibelakangnya. Dan aku juga pengen menghilangkan negative thinking orang-orang yang selalu mengatakan aku adalah anak yang selalu dimanja karena keluargaku orang kaya.
Makannya dari situ aku memutuskan untuk menghapus nama wicaksono dan memberitahu kalian kalo aku cuma sahabatnya rafa dan rio.
Maafin aku ya dit atas semua perlakuanmu ke kamu. Dan terima kasih juga telah mau menjadikan ku sebagai pasanganmu. Aku janji aku akan selalu bahagia disini. Kamu disana jangan nangis ya, kalo kamu nangis aku disini juga bakal sedih.
Bye bye aditku tersayang
By: rena adriani wicaksono
Setelah membaca surat terakhir dari rena adit pun tak kuasa menahan tangisnya hingga ia jatuh diatas pusaran makam rena
"Dit, please jangan tangisin rena"ujar rafa lirih
"Rena, gua kangen lo. Lo sahabat terbaik gua ren. Please jangan tinggalin gua, gua butuh lo"ujar laura yang sudah menangis disamping makam rena
"Hey, bangun. Kalo kamu kayak gini terus rena pasti ikutan sedih. Kamu bangun ya"ujar rio membujuk laura untuk berdiri
"Yo, apa permintaan laura yang belum tercapai?"tanya laura
"Pergi ke paris"ujar rio
"Aku bakal kabulin permintaan terakhir rena. Tolong booking-in tiket pesawat buat ke paris"pinta laura seraya berdiri
"Hah?paris?"ujar rio
"Kamu jangan aneh-aneh deh. Baru juga pulang flight masa udah pergi lagi sih"ujar rio sedikit berteriak
"Please rio. Kali ini aja"pinta laura seraya memohon kepada rio
"Ok. Nanti aku booking-in tiket"ujar rio yang disambut senyuman manis dari laura
"Thanks yo"ujar laura
"Ya udah. Dit balik yuk"ujar rafa seraya menepuk pundak adit
"Kalian duluan aja"ujar adit lirih
"Kalo kita duluan, lo mau baliknya gimana?naik apa?disini gak ada kendaraan dit"ujar rafa memberitahu
"Balik yuk udah sore nih" mohon rafa
"Iya"jawab adit singkat
"Ya udah bangun trus balik"ujar rafa
"Iya" ujarnya lalu berdiri dan berjalan mendahului rafa
Saat ditengah perjalanan menuju parkiran handphone rafa berbunyi menandakan ada telpon yang masuk. Rafa pun segera mengambil hp nya dan ternyata yang menelpon adalah raka
"Hallo"ujar rafa
"Hallo, capt. Lo lagi dimana?"tanya raka
"Karawang"jawab rafa
"Karawang?ngapain lo kesana?"tanya raka
"Ke san diego hills"ujar rafa
"Oh ke makam rena. Sama siapa?"tanya raka
"Sama adit, rio, sama pacarnya rio"ujar rafa
"Oh ya lo tadi mau ngomong apa?"tanya rafa
"Kata atasan flight ke paris lo sama gua dimajuin jadi besok sampai seminggu ke depan"ujar raka membuat rafa terbelalak kaget
"WHAT? Jangan bercanda lo"teriak rafa membuat adit,rio,dan laura yang berada dibelakang rafa terlonjak kaget
"Iya gua serius capt. Trus si rio sama adit juga ganti flight ke paris juga dan flightnya juga besok soalnya flight ke paris padet banget pada mau liburan"ujar raka
"Oh ya udah nanti gua kasih tau ke rio sama adit deh. Ya udah thanks ya infonya"ujar rafa
"Iya"ujar raka lalu memutuskan sambungan
Setelah menutup telpon dari raka, rafa pun langsung memberitahu rio dan adit
"Rio......"ujar rafa menghentikan langkahnya dan berputar menghadap rio yang berada dibelakangnya
"Apa?"tanya rio
"Flight lo sama adit jadinya ke paris besok"ujar rafa singkat dan jelas
"paris?besok?"tanya rio tak percaya
"Iya kita semua bakal ke paris. Gua sama raka lo sama adit"ujar rafa
"Akhirnya......"ujar rio senang
"Akhirnya impian rena terkabul juga. Berarti gak cuma laura doang yang kesana tapi kita juga"ujar rio kegirangan
"Raf, berarti pramugari baru itu juga bakal ikut flight dong bareng sama lo?"tanya adit
"Iyalah"jawab rafa
"Oh ya ra. Besok jadi gak ke paris?"tanya rafa
"Jadi kak. Booking-in tiket pesawat napa"pinta laura
"Ya udah. Tapi mau ikut yang mana kakak apa rio?"tanya rafa
"Rafa aja ra. Kalo sama si rio bisa gawat. Ntar malah kagak konsen nyetir lagi gara-gara ada ceweknya"gurau adit
"Sama kak rafa aja deh"ujar laura membuat rio membulatkan matanya sempurna
"Maaf ya rio. Sekali aja"pinta laura
"Ya udah deh"ujar rio pasrah
"Ya udah ntar kakak booking-in deh tiketnya. Ya udah sekarang balik yuk udah malem"ujar rafa lalu membuka pintu mobilnya.
Tak lama kemudian mobil milik rafa dan rio pun mulai melaju meninggalkan pemakaman untuk kembali ke rumah.
Setelah sekitar 5 jam perjalanan. Akhirnya rio dan rafa tiba di rumah dengan keadaan lelah karena perjalanan jakarta-karawang yang jauh belum lagi tadi mereka mengantar adit dan laura terlebih dahulu baru pulang ke rumah.
TIIINNNN......
Setelah dibunyikan klakson, pintu pagar rumah rafa pun mulai bergeser dan rafa pun langsung memasukkan mobilnya disusul oleh rio. Tak lama setelah memarkirkan mobilnya rafa pun turun dari mobil
"Besok flight jam berapa?"tanya rafa sambil menutup pintu mobilnya
"Penerbangan kedua setelah lo"ujar rio sambil berjalan ke arah rafa
"Oh begitu. Ya udah masuk yuk. Prepare buat bawaan besok sekalian ngasih tau mamah sama papah kalo besok kita udah mulai flight lagi"ujar rafa lalu berjalan masuk mendahului rio
"Rio....."ujar rafa tiba-tiba
"Apaan lagi bang?"tanya rio kesal
"Tolong dong tutupin pintu pagar"ujarnya membuat rio mendengus kesal kemudian berjalan menuju pintu pagar dan menutupnya.
Setelah selesai menutup pintu pagar rio pun kembali menyusul rafa dan mereka pun segera memasuki rumah
"Assalamualaikum"ujar rio dan rafa seraya membuka pintu depan yang tidak terkunci
"Wa'alaikumsalam"ujar mama sambil menghampiri mereka berdua
"Dariman aja kalian?berangkat pagi balik udah jam segini"ujar mama
"Tadi ada masalah mah sama pesawatnya jadi benerin dulu deh. Makannya lama"ujar rafa bohong
"Maafin rafa mah, rafa gak maksud buat bohongin mamah tapi rafa ngelakuin ini karena rafa gak mau mamah sedih terus"ujar rafa dalam hati
"Loh terus adit mana?"tanya mama membuyarkan lamunan rafa
"Pulang mah dia. Soalnya besok udah mulai flight lagi"ujar rafa memberitahu
"Terus kalian juga?"tanya mama
"Iya. Tadi juga baru dikasih tau sama temen"ujar rafa seraya berjalan kearah kamarnya
"Berapa hari?"tanya mama
"Paling seminggu. Ya udah mah rafa naik dulu mau prepare soalnya besok berangkat pagi"ujar rafa lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar
"Mah aku juga ke kamar dulu ya. Soalnya aku besok juga flight"ujar rio sambil berjalan menyusul rafa
"Kamu mau flight kemana?"tanya mama membuat rio yang sudah menaiki beberapa anak tangga akhirnya berhenti dan menoleh ke arah sang mama
"Sama kayak abang. Tapi penerbangan selanjutnya dan mungkin baliknya bareng bang rafa"ujar rio seraya tersenyum riang
"Ok. Ya udah sana beres-beres dan jangan lupa mandi terus makan malamnya mau dibawah apa dianterin?"tanya mama
"Dianterin aja"ujar rio seraya berjalan kembali menuju kamarnya.
"Oh ya udah"ujar mama kemudian melanjutkan aktivitasnya.
Sementara itu dikamar, rafa kini berkutat dengan laptop untuk mencari tiket buat laura.
"Masih ada nggak ya?"ujarnya seraya memandang layar laptop
"Moga aja masih"ujar suara yang berada dibelakang rafa membuat rafa terlonjak kaget
Rafa pun segera menoleh kebelakang dan mendapati rio sudah berdiri di pintu kamar sang kakak
"Ngapain lo disitu?"tanya rafa kesal
"Gak ngapa-ngapain"ujarnya seraya menutup pintu kamar rafa
"eh, bang udah dapet tiketnya belum?"tanya rio seraya menghempaskan tubuhnya ke kasur
"Udah. Nih lagi transfer"ujarnya seraya menunjukkan hpnya
"Nih kan udah selesai semua. Besok laura berangkat penerbangan pertama bareng gua. Sekarang kasih tau dia kalo semuanya udah diurus sama rafa"ujar rafa memberitahu
"Ok. Sekarang gua telpin nih. Gua loudspeaker ya"ujarnya seraya mengsmbil hp dan mencari kontak laura
"Ok lah"ujar rafa lalu menyusul rio ke kasur
Rio pun segera menghubungi laura
"Hallo"ujar laura
"Hallo ra, lagi apa?"tanya rio
"Lagi prepare"jawab laura
"Oh ya ra. Tiket buat ke paris besok udah dipesenin dan dibayarin sama rafa"ujar rio
"HAH? Kok dibayarin sih? Kan aku bilang pesenin aja biar nanti aku yang bayar"ujar laura
"Yah udah terlanjur ra"timpal rafa
"Ya udah nanti aku minta nomor rekening kakak ya biar aku ganti"ujar laura
"Gak usah diganti ra"ujar rafa
"Tapi aku udah ngerepotin kak. Pokoknya aku mau ganti duit kakak"ujar laura
"Ya udah deh terserah kamu. Nomor rekeningnya minta ke rio aja"ujar rafa
"Ok deh"ujar laura
"Oh ya ra besok kamu flight pertama satu pesawat sama rafa ya"ujar rio
"Ok. Thanks ya"ujar laura girang
"Ya. Ya udah gih sana prepare lagi. Aku juga mau beres-beres nih. Oh ya besok maaf banget ya gak bisa jemput soalnya dari rumah harus langsung ke airport buat ngecek pesawat. Gapapa kan?"ujar rio
"It's okay"ujar laura
"Ya udah besok kalo udah sampe sms aku ya. Aku tunggu di pintu keberangkatan luar negeri"ujar rio
"Ok. Oh ya kak rafa masih disitu gak?"tanya laura
"Masih kenapa?"tanya balik rio
"Tanyain besok diterminal mana"ujar laura
"Di terminal 1F keberabgkatan luar negeri bandara soetta"ujar rafa
"Ok. Udah dulu ya see you tomorrow"ujar laura
"See you too"ujar rio dan rafa bersamaan. Kemudian rio memutuskan sambungan.
"Ya udah sana balik besok berangkat pagi aja sekalian biar supir gak bolak balik"ujar rafa
"Ok. Ya udah gua balik ke kamar ya. Bye"ujarnya lalu membanting pintu kamar rafa
"Woy santai dong. Pintu rusak gantiin loh"teriak rafa
"BODO AMAT"teriak rio dari luar kamar rafa membuat rafa menggelengkan kepalanya.
"Kangen gua sama kelakuan lo yang selalu bikin gua senyum senyum sendiri"batin rafa
"Ah kenapa jadi mikirin si rio. Mending tidur aja deh udah malem juga"ujarnya lalu berbaring dan tak lama kemudian ia pun sudah terlelap menuju alam mimpi.
Tak terasa waktu terus berputar dan kini jam sudah menunjukkan pukul 3AM. Dan saat ini rafa pun sudah bangun dan langsung menuju kamar mandi. 1 jam kemudian ia pun sudah selesai mandi dan berganti baju.
"Akhirnya pake seragam ini lagi"ujarnya seraya melihat penampilannya di cermin
Dan tiba-tiba
"Aaaaaaa"teriak rio membuat rafa terlonjak kaget
"Kenapa sama si rio?"ujar rafa
*****BERSAMBUNG*****
____________________________________________
Apa yang sebenarnya terjadi dengan rio?
Tunggu kelanjutannya hanya di 'CINTA BERSEMI DI ATAS AWAN'
#Sorry ya guys kalo ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimatnya. Mohon dimaafkan ya guys
#Oh ya jangan lupa vote and comment ya. Ditunggu loh vote and comment dari kalian semua