"Hallo, maaf anda siapa ya?"tanya rafa sopan
"Maaf pak, saya anjani pramugari yang bakal satu grup sama anda selama penerbangan ke eropa"jelas anjani
"Oh, ok. Lalu?"tanya rafa
"Begini pak karena beberapa hari yang lalu pesawat yang nanti akan kita gunakan ke eropa mengalami kerusakan pak, jadi bapak disuruh atasan untuk datang ke bandara"ujarnya memberitahu
"Kapan?"tanya rafa
"Besok pak. Sekitar jam 10 an"ujarnya
"Oh ok. Eh nanti dulu, saya mau nanya sama kamu"ujar rafa tiba-tiba
"Nanya apa pak?"tanya anjani
"Kamu tau nomor telpon saya darimana? Dan bukankah yang seharusnya memberitahu saya tentang kelayakan pesawat itu teknisi ya? Bukankah kamu seorang pramugari?"tanya rafa panjang lebar
"Iya pak saya memang pramugari, tapi kebetulan saat ini saya lagi di hanggar bersama teman saya, jadi teman saya meminta tolong saya untuk menelpon anda. Dan kalo soal nomor telpon itu saya minta kepada teman saya karena dia yang punya nomornya"ujar anjani menjelaskan
"Oh begitu. Eh satu lagi"ujar rafa
"Apalagi pak?"tanya anjani
"Jangan panggil saya bapak. Cukup panggil saya rafa"ujar rafa memberitahu
"Tapi kan anda atasan saya"ujar anjani
"bagi saya atasan sama bawahan sama saja tidak ada bedanya. Sama-sama manusia juga kan?"tanya rafa
"Ok saya mengerti, kalo begitu sudah dulu ya raf. Selamat malam"ujarnya lalu memutuskan sambungan
"Malam"jawab rafa
Setelah selesai menerima telpon rafa memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya karena hari sudah mulai larut dan udara sudah mulai dingin. Sesampainya dikamar rafa menghempaskan diri ke kasur
"Si rio jadi gak ya besok?"tanyanya
"BM aja deh"ujarnya lalu mengeluarkan HP
Rafa pun segera BM rio
****PING****
"Apa?"balas rio
"Besok jadi gak ke airport?"tanya rafa
"Jadi, emangnya kenapa?"tanya balik rio
"Besok gua disuruh kesana, soalnya pesawat yang nanti bakal dipake ke paris dan eropa ada kerusakan mesin"ujar rafa memberitahu
"Ya udah. Eh lo kesana jam berapa?"tanya rio
"Pagi, soalnya jam 10 gua udah ditunggu disana"ujar rafa
"Oh ya udah. Lo besok duluan aja soalnya cewek gua landing jam 2"ujar rio
"Oh ya udah, besok gua berangkat sama adit aja deh"ujar rafa
"Oh, ok. Bang udah dulu ya ngantuk nih gua"ujar rio
"Iya"ujar rafa lalu mengakhiri percakapannya dengan rio.
Dan setelah menaruh hp nya diatas nakas, rafa pun segera menarik selimutnya dan tak lama kemudian dia pun tidur. Tak terasa waktu terus berputar dan kini jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Kini rafa masih tidur pulas hingga ia tak terasa pintunya sudah diketuk berkali-kali
"Bang....bukain pintunya"teriak suara itu yang ternyata adalah rio
"Abang.....buka pintunya"teriak rio membuat rafa terbangun
"Siapa sih pagi-pagi udah ngajak ribut"ujarnya lalu menyingkap selimut yang ia kenakan dan berjalan ke arah pintu
"Bang rafa buka pintu"teriak rio
"Sabar napa"ujarnya seraya membuka kunci pintu kamarnya
"Apa?"tanya rafa saat pintu sudah terbuka dan memperlihatkan sosok rio yang masih menggunakan piyama tidur
"Ntar jadi?"tanya rio membuat rafa mengerutkan keningnya
"Jadi apanya?"tanya balik rafa
"Jadi gak ntar ke san diego hills?"ujar rio malas
"Jadilah, udah saatnya adit tau siapa rena, eh bocah lu masuk dah ke kamar gua, gua mau ngomong sesuatu sama lo"ujarnya
"Iya....iya"ujar rio lalu masuk ke dalam kamar rafa
Betapa kagetnya rio saat mengetahui kamar rafa yang seperti kapal pecah itu.
"Busyet dah nih kamar apa gudang sih?"ujar rio seraya merapihkan buku yang berserakan kemana-mana
"Hehehe....kamar lah yo"ujar rafa seraya menutup pintu kamarnya
"Oh ya lo tadi mau ngomong apa?"tanya rio
"Gua mau tanya sebenarnya ada hubungan apa antara rena sama adit"ujar rafa
"Setau gua dia itu pernah pacaran"jawab rio jujur
"Pacaran?berarti waktu kecelakaan pesawat mereka belum putus dong?"tanya rafa
"Belum. Dan adit tau nya rena bener-bener ke paris dan saat kecelakaan itu terjadi adit lagi dapet flight ke beberapa negara eropa, dubai, singapura dan gak tau lupa gua"ujar rio menjelaskan
"Dan saat dia pulang, itu udah 7 harinya rena. Dan sejak saat itu dia selalu menanyakan tentang rena ke gua. Sedangkan gua saat itu belum siap biat ngasih tau kedia kemana rena sebenarnya dan siapa rena sebenarnya"ujar rio
"Maksud lo?"tanya rafa belum paham
"Jadi kalo rena ditanya orang dia hanya menjawab kalo namanya adalah rena adriani bukan rena adriani wicaksono dan dia hanya mengaku kalo dia itu sahabatnya rio dan rafa bukan adiknya rio dan rafa"ujar rio membuat rafa terbelalak tak percaya
"Kenapa rena gak mau pake nama wicaksono?"tanya rafa membuat rio menghembuskan nafasnya pasrah
"Kata dia, dia itu gak mau semua orang tau kalo dia itu adik dari seorang captain dan co-pilot maskapai ternama yang banyak dipuja-puja oleh para pramugari"ujar rio
"Kalo lo mau tau, lo harus baca surat pemberian dari rena yang dia tulis beberapa hari sebelum ia pergi"ujar rio seraya berjalan mendekati salah satu laci meja belajar milik rafa
"Kok kuncinya di lo? Bukannya tuh kunci udah hilang?"tanya rafa sedikit keras
"Kuncinya gak hilang, cuma didalam laci ini ada surat pemberian rena jadinya gua kunci dan kuncinya gua simpen deh"ujarnya lalu membuka kunci laci itu
Setelah kunci laci itu terbuka, rio lalu mengambil sebuah amplop dan memberikannya kepada rafa
"Nih surat dari rena, baca secara saksama, OK"ujar rio seraya memberi amplop itu
"Iya bawel"ujar rafa lalu membuka amplop itu dan membacanya
Dear rafa adrian wicaksono
Mungkin saat abang membaca surat ini aku sudah berbeda alam dengan abang. Tapi, walaupun kita berbeda tempat aku tetep sayang kok sama abang. Oh ya bang aku cuma mau bilang kalo sebenarnya aku udah punya pacar loh, sorry ya bang kalo aku gak pernah ngenalin ke abang karena takut abang marah dan tiap kali dia ke rumah aku pengen banget ngenalin ke abang tapi abangnya aja selalu flight ke luar negeri sampe berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, jadinya aku selalu cerita ke bang rio deh. Oh ya nama pacar aku itu raditya eka arkhan ganendra biasa dipanggil adit dia itu satu maskapai loh sama bang rafa dan bang rio.
Dan satu lagi bang, abang mesti tau ini. Maaf ya sebelumnya karena selama ini aku selalu memberi tau orang-orang kalo namaku ini rena adriani bukan rena adriani wicaksono, aku selalu menghilangkan nama wicaksono dimanapun. Dan aku juga bilang pada mereka kalo aku itu hanya sahabatnya rafa & rio. Maafkan aku ya bang. Kenapa aku begitu? Karena aku ingin membuktikan sama semua orang kalo aku bisa mandiri, dan menghilangkan pikiran negatif orang-orang tentang aku yang katanya selalu dimanja sama orang tuaku dan kakak-kakakku. Dan aku berhasil membuktikannya kepada mereka, kalo tanpa nama wicaksono pun aku masih sanggup buat kuliah dan ngurus perusahaan ku sendiri. Dan saat ini kalian boleh memberitahu semua orang kalo sebenarnya aku adalah adik kandung kalian.
Dan ini yang terakhir. Tolong kabulkan permintaan aku ya bang. Seandainya adit menanyakan keberadaan ku tolong sembunyikan keberadaan aku yang sebenarnya, aku mohon bang. Tapi kalo menurut abang waktunya udah pas buat ngasih tau ke dia itu terserah abang, abang mau ngasih tau atau tidak. Tapi jika abang ngasih tau, abang sama bang rio harus ngejelasin sejelas-jelasnya sama dia dan tolong berikan surat yang sudah aku tulis khusus buat dia. Suratnya aku simpen di salah satu laci di ruang tamu.
Itu aja bang yang ingin aku sampaikan. Sebelumnya aku mohon maaf atas perilaku aku yang selalu menyusahkan abang, membuat abang sebal, dll. Dan aku berharap setelah membaca surat ini abang jangan nangis ya, kalo abang nangis aku juga ikut nangis loh disini. Dan terima kasih udah menjadi abang yang baik yang selalu menjaga rena setiap waktu entah itu disaat rena sedih atau rena sakit.
Rena berharap semoga abang baik baik aja ya disana. Salam buat semuanya. I Love You Abang Rafa ku tersayang
By:Rena Adriani Wicaksono
Namun nyatanya setelah membaca surat itu air mata rafa yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah juga.
"Abang akan kabulkan permintaan kamu rena"ujar rafa lirih
"Hari ini abang akan kabulkan permintaan kamu yang terakhir, walaupun nantinya abang gak kuat jika harus menceritakan semuanya kepada adit karena itu akan membuka luka lama abang tentang kamu"ucapnya lirih seraya melihat kearah rio yang sudah menangis di lantai
"Rio lo nanti harus ikut gua ke san diego hills"ujar rafa seraya berjalan menghampiri rio
"Gak, gua gak mau ikut. Gua gak sanggup kalo disuruh mengingat kejadian 3 tahun yang lalu bang"ujarnya seraya menatap ke arah jendela dengan pandangan kosong
"Please, rio. Lo bantuin gua buat ngejelasin semuanya ke adit. Ini permintaan terakhir dia. Kita harus kabulin permintaan terakhir dia, walaupun gua tau ini berat buat gua, lo, dan orang tua kita"ujar rafa mencoba memberi pengertian kepada sang adik
"Ya udah gua ikut. Tapi gua boleh kan bawa cewek gua?"tanya rio
"Ya udah. Sekarang balik ke kamar dan mandi"ujarnya menyuruh rio
"Iya"kata rio lalu berjalan dengan langkah gontai ke arah kamarnya.
Setelah pintu kamar ditutup, kini giliran rafa yang menuju kamar mandi. Dan 15 menit kemudian rafa sudah selesai mandi dan berganti baju dengan kemeja berwarna hitam serta celana panjang berwarna senada sehingga menimbulkan kesan berkabung. Setelah beres-beres dia pun segera menghampiri rio.
****tok tok tok****
"Rio....buka pintunya"ujar rafa
"Masuk aja gak dikunci"teriak yang punya kamar itu.
Setelah itu rafa pun langsung masuk kedalam kamar sang adik. Setelah menutup pintu rafa pun terbelalak kaget saat melihat penampilan sang adik yang juga senada dengan dirinya, mengenakan pakaian hitam-hitam
"Gak usah gitu dong ngeliatinnya"ujar rio
"Ya udah turun yuk nanti mama sama papa ngomel lagi"ujarnya diikuti anggukan rio
Setelah menutup pintu kamar. Rio dan rafa kini sedang berjalab menuruni anak tangga tanpa ada percakapan diantara mereka hingga mereka tiba di meja makan mereka berdua tetap diam.
"Pagi sa....."ucap mama terputus saat mendapati kedua putranya mengenakan pakaian yang tidak biasanya
"Pagi mah, pah, dit"sapa rio dan rafa bersamaan, lalu mereka menarik kursi dan duduk
"Kalian gak salah pake baju kan?"tanya mama
"Ya gak lah"ujar rio
"Kok tumben banget sih pada pake hitam-hitam sih udah pada mau melayat aja"ujar mama langsung membuat rafa dan rio yang hendak mengoleskan selai seketika berhenti
"Hmmmm....mah rafa kayaknya mau langsung ke bandara aja deh, udah ditunggu sama temen-temen"ujarnya lalu bangkit meninggalkan ruang makan
"Hmmm...mah rio juga deh kayaknya bentar lagi pesawat yang dibawa anisa bakal landing deh, jadinya aku harus buru-buru"ujar rio seraya berlari mengejar sang kakak
Tiba-tiba rio menghentikan langkahnya dan berbalik
"Oh ya dit, lo bareng aja sama rafa sekarang. Lo kan juga kebandara kan hari ini? Mending bareng aja gih"ujar rio memberitahu
"Oh, ok. Ya udah tante, om saya pamit dulu ya. Assalamualaikum"ujarnya menyusul rio yang masih berdiri di ambang pintu
"Hati-hati ya"teriak mama
"Iya"ujar mereka bersamaan, lalu berlalu menuju garasi.
Tak berapa lama kedua mobil sprot milik rafa dan rio melesat meninggalkan rumah mewah menuju bandara. 2 jam perjalanan mereka sudah tiba dibandara dan langsung menuju hanggar. Setibanya di hanggar mereka bertiga langsung disambut oleh para rekan sesama pilot.
"Hey, raf udah dateng lo?"ujar salah satu rekan rafa
"Udah. Nih sekalian nemenin si rio"ujar rafa membuat rio mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V
Tak lama kemudian ada pesawat yang landing dan ternyata pesawat itu adalah pesawat yang dibawa oleh pacarnya rio
"Yo, tuh pacar lo udah dateng"ujar salah satu teman rio
"Ya udah biarin dia nyusulin kesini"ujar rio seraya membatu temannya yang sedang bekerja
Tak lama setelah pesawat parkir di apron. HP milik rio bergetar tanda ada sms masuk
"Rio.....kamu dimana?"tanya orang itu yang ternyata Laura, kekasih rio
"Di hanggar, kamu ke hanggar aja ya. Gapapa kan gak aku jemput soalnya lagi ada pengecekan berkala nih"ujar rio
"Oh ya udah"ujar laura lalu memutuskan percakapan dengan rio
Saat rio melakukan pengecekan pesawat, kini giliran rafa yang beristirah dan memutuskan untuk menuju restoran untuk mencari makan
"Yo, gua break dulu ya. Lo yang lanjutin"ujar rafa
"Iya"teriak rio
"Gua mau ke resto, pada mau nitip gak?"tanys rafa
"Thanks raf, tapi gus udah makan"ujar salah satu teman rafa
"Oh ok, kalo lo yo?"tanya rafa
"Nitip fried rice sama strawberry juice"ujarnya dengan suara yang lumayan memekakkan telinga
"Iya"ujar rafa lalu berlalu menuju restoran
Saat di tengah jalan, tanpa sengaja rafa menabrak seseorang yang sedang berjalan menuju arah hanggar sehingga membuat HP rafa jatuh dan seketika hancur.
BRUKKK.....
"Oh sorry, saya nggak sengaja. Maaf"ujar rafa seraya membatu membereskan beberapa berkas milik orang itu
"Iya kok gapapa. Saya juga minta maaf karena say tadi gak lihat anda"ujarnya lalu bangkit berdiri, begitu pun dengan rafa
Dan saat mereka sudah berdiri dan saling menatap betapa terkejutnya orang yang kini berdiri dihadapan rafa
"Hey, are you okay?"tanya rafa memastikan
"Rio....aku kangen sama kamu"ujar wanita itu langsung memeluk rafa. Sedangkan rafa yang mendapat pelukan mendadak hanya bisa terpaku diam
"What? Dikira gua rio apa? Apa jangan-jangan ini ceweknya?"batin rafa
"Hey, sorry saya bukan rio"ujar rafa
"Kamu gak bohong deh sama aku, kamu tuh paling gak bisa kalo disuruh bohong, kamu rio kan?"tanya wanita itu
"Apa jangan-jangan si rio belum cerita kalo dia punya kembaran? Oh God, rio awas aja lo ntar"ujar rafa dalam hati
"Mbak maaf ya saya bukan rio"ujar rafa seraya ingin melepaskan pelukan wanita itu
"Apa kamu bilang? Kamu bilang aku mbak. Emang kira aku mbak-mbak apa"ujarnya seraya mengeratkan pelukannya padaku
Saat rafa berusaha menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya. Kini dibelakang rafa sudah ada seseorang yang menatap dua orang didepannya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
"LAURA....."teriak orang tersebut
Merasa dirinya dipanggil laura langsung melepaskan pelukannya dengan rafa dan langsung mengedarkan pandangannya hingga matanya bertemu dengan sosok yang ia kenal. Betapa kagetnya dia saat melihat sosok yang kini berada di hadapannya melihat ke arah dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
*****BERSAMBUNG*****
____________________________________________
Siapakah sosok yang kini berdiri dihadapan laura?
Temukan kelanjutan ceritanya hanya di 'CINTA BERSEMI DI ATAS AWAN'
#Sorry ya guys kalo ada kesalahan dalan penulisan kata dan kalimatnya.
#Oh ya guys jangan lupa vote and comment ya. Ditunggu loh vote and comment dari kalian semua