Lukas tersenyum senang saat pria yang dia tunggu akhirnya datang. Seperti biasa, dengan gaya angkuhnya, Aldric duduk di depannya tanpa diminta. Seolah paham jika Lukas memang memesan meja khusus untuk bermain dengannya. "Kau siap?" tanya Lukas mengusap kedua tangannya tidak sabar. "Tanya kau sendiri, apa kau siap?" "Aku selalu siap untuk melawanmu." Lukas dengan semangat mengeluarkan tas yang berisi uang hasil curiannya ke atas meja. Aldric yang melihat itu hanya bisa menggeleng pelan. Pemuda di hadapannya benar-benar tidak punya otak. Rela merepotkan diri untuk merampok guna melawannya. Aldric yakin jika Lukas adalah pria terbodoh yang pernah dia kenal. "Mencuri lagi?" Lukas berdecak, "Kau tidak perlu tahu, yang penting aku tidak akan berhutang lagi padamu." "Baiklah, ayo kita mula

