"Anda sungguh melakukan ini, Tuan?" Ferdi takut, tingkah Tuannya berbuah masalah besar nantinya. "Kau urus semua di sini. Jangan sampai ada yang tahu aku ke mana." Wajah Ferdi masih menunjukkan keraguan. Ia memang mendukung Tuannya. Tapi tidak dengan cara begini. Sayangnya, seberusaha apapun ia mengingatkan, hasilnya sama. Tidak akan di dengar. "Baik, Tuan." "Aku pergi dulu." Ferdi berharap, kemarahan Nona Jesty nantinya, tidak akan lama. "Saya tahu anda orang baik Nona, saya harap anda bisa bersabar dengan sifat Tuan Elwin," batin Ferdi. Pada akhirnya, ia lah yang menjadi korban dari keegoisan Tuannya itu. Harinya tidak lagi sama, akan lebih sibuk dari biasanya. Inikah karma karena memberi tes kelayakan kepada Nona Jesty. "Hah, hidup ini memang berat. Sudah berat, dingin lagi." Fe

