Enam Puluh Satu

1344 Words

Jesty tidak menyangka Jaka membawanya ke tempat seperti ini dengan gaya mewah pria itu. Tidak hanya pakaiannya dan diri pria itu sendiri yang terlihat bergaya, tapi juga kendaraannya. Mobil sport yang sudah di modifikasi pun tampak wow. "Kau membawaku ke warung bakso?" Tanya Jesty, tidak malu mengeluarkan pikirannya. "Kenapa? Kau keberatan?" "Tidak." Jesty menggidikkan bahunya kemudian bersendekap menghadap Jaka. "Aku hanya tidak menyangka orang sepertimu datang ke tempat begini." "Sepertiku bagaimana?" Jaka merentangkan kedua tangannya sembari melihat dirinya sendiri. "Yah, kau dan kendaraan mu ... Menunjukkan sekali, kau bukan rakyat biasa." Jaka langsung tertawa. "Kau bisa mengandaikan aku ini sebuah buku." "Hah?" Jaka mengepalkan tangannya lalu di gunakan untuk menjitak puncak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD