AUTHOR POV Damar menyerahkan sebuah hoodie berwarna abu-abu dari dalam lemarinya pada Naya. Naya tetap akan menginap disini atas saran Bu Ranty. Walau Naya tadinya menolak karena merasa tak enak, tapi Bu Ranty berhasil membujuk. Naya duduk di sofa dekat ranjang. Saat ini ia tengah berada di kamar Damar. Naya juga tak membawa baju ganti. Namun Damar bilang, Naya bisa memakai pakaian Damar terlebih dahulu. Naya tampak lesu sambil memandangi hoodie milik Damar yang kini ada di tangannya. Damar yang merasakan Naya tengah bersedih pun lantas menghampiri Naya lalu duduk di sampingnya. Damar mengelus pelan pipi Naya. "Masih kepikiran Keira?" tanya Damar. Naya menggeleng. "Bukan Keira, Mas. Tapi Bryan." Naya menghela nafas panjang. "Kenapa dengan Bryan? Kamu takut Bryan ngga merestui hubung

