AUTHOR POV Tidak pernah terbayangkan oleh Damar sebelumnya jika akan secepat ini mendatangi kedua orangtua Naya dengan membawa Bryan yang kini tengah asyik mencemili beberapa kue yang disajikan oleh orangtua Naya. Walau ini bukan kali pertama bagi Damar untuk berniat melamar seorang perempuan, tetap saja rasanya berbeda. Seakan atmosfir ketegangan selalu muncul. Baiklah, Damar juga tak ingin mengingat masa lalunya dengan Keira. Rasanya Damar sudah lupa akan manis biduk rumah tangganya dulu. Yang Damar ingat hanya pahitnya saja. Bagaimana cinta yang tulus dibalas pengkhianatan. Sudah itu saja yang Damar akan selalu ingat. "Diminum, Dam." ucap Mami Naya sembari menaruh 2 cangkir teh di hadapan Damar dan Bryan. "Tante Naya, Bryan suka makanan ini." Bryan menunjukkan sepotong cheese stick

