Twenty One

1679 Words

AUTHOR POV Naya menggeliat pelan sembari mencoba membuka matanya. Ia menatap sekelilingnya. Sudah banyak orang yang berlalu-lalang. Ia pun menyadari jika ia tertidur di kursi rumah sakit lengkap dengan bantal empuk dan selimut. Sebentar, seingatnya semalam ia tertidur di bahu Damar. Kemana laki-laki itu? "Aurora, udah bangun?" ledek Damar yang muncul sambil membawa beberapa kantong plastik berisi sarapan. Naya mengucek matanya pelan dan duduk manis sambil melipat selimutnya. "Aurora?" tanya Naya bingung. Damar langsung duduk di samping Naya sambil memberikan kantong plastik berisi bubur ayam itu pada Naya. "Kamu tidurnya kaya Princess Aurora. Cantik." goda Damar. Naya mengernyit bingung. "Halah, Bapak gausah gombalin saya deh." Naya langsung membuka kotak sterofom serta sendok dan lan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD