Sixteen

1449 Words

Damar POV Sepertinya, memaksakan kehendakku tidak akan menghasilkan hal baik untuk hubunganku dengan Naya. Benar juga, mungkin aku terlalu gegabah dan terlalu cepat mengambil keputusan 'menembak' Naya sekarang. Kehadiran Naya yang bisa menerima segala sifat burukku seakan membuatku tak ingin ia jauh dariku. Jika bisa, cepat-cepat aku ingin meminangnya. Tapi lagi-lagi, tak ada yang semulus itu sepertinya. Jalan cinta seseorang memang kadang butuh lika-liku untuk sampai pada tahap bahagia. Aku hanya bisa menikmati waktu yang kuhabiskan dengan Naya di malam terakhir kami di Malang. Selesai membawa Naya dari Paralayang dan Omah Kayu, aku berniat mengajaknya makan di alun-alun kota Batu. Paralayang memang destinasi yang dipilih Naya sejak tau jika ia akan ke Malang. Aku bersyukur bisa punya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD