16. Rasa yang lalu

1995 Words

"Bukankah itu gaun dan sepatu milikku? Seingatku, aku sudah membuangnya. Apa kamu mengambilnya dari tempat sampah?" Nala mendengar pertanyaan itu dengan sangat jelas. Bukan hanya dirinya, tapi juga semua orang yang ada di ruangan itu. "Tapi, ya sudahlah, itu cocok untukmu. Lain kali, aku akan memberikannya langsung padamu. Jadi, tidak perlu mengambilnya dari tempat sampah. Ya?" "Adisti, cukup!" Keenan menyela, "kamu sudah bicara terlalu banyak." Dilan melirik Keenan yang berbicara dengan tatapan dingin pada Adisti. Ini adalah kali pertama dia melakukannya. Kenapa? Apa wanita itu begitu penting baginya? Adisti terlihat mengerling, tak peduli dengan ucapan Keenan. Apa yang dilakukannya barusan adalah balasan bagi Nala karena sudah membuat pestanya sedikit berantakan. "Ayo, ikut aku!" K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD