Hari berikutnya, merupakan hari yang baru.
Sebuah vila di lereng bukit kota Bandung , rumah Dika.
Ruang makan dengan atap kaca, bunga mawar menawan, peralatan makan yang mewah, s**u sapi, wanginya kopi, sarapan mewah ala Inggris.
Dika sedang duduk di kursi utama sambil menikmati kopinya, pergelangan tangannya menunjukkan jam mewah PatekPhilippe nya.
Dua wanita yang duduk di seberang Dika itu adalah nenek dan Ibunya Dika.
Meskipun keduanya terlihat sudah berumur tetapi keduanya masih terlihat anggun.
Nenek Dika berbicara dulu: “ Dika, nanti kamu pergi jemput anak kecil itu, biar kakekmu melihatnya, agar kakeknya bisa pergi dengan tenang.”
Dika meletakkan cangkir kopinya: “ nenek, saya mengerti, anda tenang saja.”
Ibu Dika melanjutkan pembicaraan mereka: “ Dika, Ibu dari anak itu juga dibawa pulang, lagipula seorang anak sampai di tempat yang baru masih merasa asing, pasti tidak dapat berpisah dengan ibunya.
Berbicara tentang ibu anak tersebut, cahaya di mata Dika seakan sirna.
Dia kembali meletakkan cangkir kopinya :” Saya pergi dulu.”
Setelah Dika pergi, nenek Dika mendengus kesel: “ bagaimana seorang wanita yang sudah berupaya keras naik ke ranjang orang lain itu bisa memasuki rumah kita!”
Ibu Dika berucap lembut dan sabar : “ Ibu, anak itu awalnya tidak mengetahui keberadaan Dika sebagai ayahnya, dan selama ini hidup bersama ibunya, waktu datang kesini pasti tidak terbiasa, seharusnya membiarkan ibunya bersamanya beberapa waktu.”
Meskipun nenek Dika tidak keberatan, dia berucap kesal: “ kalau bukan karena kakek Dika sakit, saya tidak ingin sekalipun melihat wanita itu!”
Pada saat itu perusahaan Mulia group di Bandung terancam bangkrut, perlu bertahan dari krisis, tidak disangka putri dari Mulia group merancang rencana ini dengan menaiki ke ranjang Dika, dan meminta media mengambil foto mereka dengan tujuan mengancam Dika agar mengakuisisi perusahaan Mulia group.
Namun sayangnya Dika tidak terancam akan kejadian itu.
Media yang disuruh oleh perusahaan Mulia dibereskan Dika dengan bersih, dan rencana tersebut pada akhirnya tidak berhasil.
Selang tidak lama, kakek Dika jatuh sakit, dan sudah tidak lama hidupnya.
Di sisa hidupnya kakek Dika berharap bisa melihat Dika berkeluarga dan punya anak.
Tetapi beberapa tahun ini, Dika selalu sendiri, tidak mungkin dalam sekejap ini menikah dan punya anak.
Secara kebetulan Ibu Dika mengetahui bahwa wanita yang waktu itu memeras Dika tersebut melahirkan seorang anak.
Dan sekarang, sudah waktunya anak itu kembali ke keluarga Megatama.
” Ibu Dika melihat nenek Dika masih kesal kembali berucap lembut : Ibu, bagaimanapun anak itu tetap darah daging Dika, darahnya merupakan darah dari keluarga Megatama.”
“ Apakah Dika tidak tahu, kalau wanita itu bisa dengan mudah naik ke ranjang Dika, sebaliknya juga akan begitu menaiki ranjang pria lain!”
“Ibu, anak itu pasti anak Dika, saya sudah melihatnya, wajahnya sama seperti Dika waktu kecil.”
Selang waktu kembali berkata: “ wanita itu melahirkan anak Dika, pasti karena untuk melakukan pemerasan di masa nanti! Benar-benar licik.”
Ibu Dika tidak berpikir seperti itu.
“Ibu, dia sudah melahirkan anaknya empat tahun, apabila berniat melakukan pemerasan sudah dari dulu, kalau bukan karena saya secara kebetulan mengetahuinya maka tidak ada yang tahu kalau Dika mempunyai seorang anak.”
“Nenek Dika menatap sekilas ibu Dika: “ kamu masih terlalu muda, seorang merancang dan naik ke ranjang pria bukanlah wanita yang sederhana, dia tidak datang, berdiam sembari menunggu kesempatan, saat dia datang kali ini, saya akan membereskannya!”
Lisa mengantar Wiliam ke sekolah.
Hari ini orang tua Mike datang.
Lisa mengantar Wiliam ke ruang kantor sekolah.
Setelah menunggu beberapa waktu, tercium aroma parfum menyengat.
Bersamaan aroma parfum, Mike dan orang tuanya berjalan masuk.
Ibu Mike dengan dandanan menor, sedangkan ayahnya berperut buncit, hanya beberapa helai rambut di kepalanya, penampilan seorang pejabat.
Kedua orang tua terlihat sombong, begitu pula dengan anaknya Mike.
Begitu masuk ke ruang guru, Mike menunjuk ke arah Wiliam: “ Ibu Ayah, itu dia yang memukul saya !”
Wiliam terdiam berdiri di belakang Lisa.
Saat datang Lisa berpesan kepada Wiliam, kalau tidak ingin meminta maaf maka bersikaplah diam.
Ibu Mike melirik Lisa dan Wiliam.
Kedua memakai pakaian biasa, dilihat sekilas mereka adalah masyarakat bawah.
Orang seperti mereka, ibu Mike tidak menganggapnya sama sekali.
Di sini, Lisa berucap :” Ibu Bapak, saya menyesal putraku memukuli anak kalian, saya mewakili putraku meminta maaf kepada kalian.”
Nada bicaranya begitu tulus.
Tetapi Ibu Mike berucap dengan sombong : “ apa gunanya meminta maaf! Suami saya di kota Bandung ini termasuk orang yang berkuasa, anaknya dipukuli seperti begini, dan apa gunanya kamu hanya meminta maaf!”
Lisa berucap tulus:“Ibu, apabila Mike terluka dan perlu berobat ke rumah sakit maka saya akan menanggung semua biaya berobat dan juga ganti rugi.”
Ibu Mike mencibir sambil menatap sinis Lisa: “ ganti rugi? ganti rugi apa yang bisa diberikan oleh keluarga miskin seperti anda, biaya hidup sebulan anda pun tidak mencukupi harga baju yang saya kenakan ini!”
“Terus apa yang Ibu inginkan?”ucap Lisa.
Ibu Mike melihat kearah Mike: “ anakku, apa yang kamu inginkan?”
Kemarin Mike mengadu kalau dipukuli Wiliam, tapi sebenarnya tidak ada luka sedikit pun, mereka kesini hanya karena memanjakan anaknya dan ingin membalas kekesalan anaknya.
Mike menunjuk Wiliam berkata: “ Ibu, saya ingin Wiliam berlutut meminta maaf!”
Sebenarnya Mike sudah tidak menyukai Wiliam, dikarenakan banyak gadis di kelasnya yang senang bermain dengan Wiliam dan berkata Wiliam sangat tampan!
Wiliam mengepalkan tangannya, matanya memerah menatap Mike.
Mike memandang sinis ke arah Wiliam.
Ibu Mike berucap pelan : “ apakah kamu dengar, minta anakmu berlutut dan meminta maaf, maka kejadian ini dianggap selesai.”
“Saya tidak mau berlutut meminta maaf, Dia yang duluan mengejekku, kenapa saya harus berlutut meminta maaf!” ucap Wiliam tidak dapat menahan dirinya dan berteriak.”
Ibu Mike terkekeh : “ Oh ya, Ibu Lisa, anda bekerja di JS department store, kebetulan bos kalian dan suami saya adalah kenalan lama, seandainya bos kamu tahu kalau putramu memukuli putraku, maka saya menjamin kamu hari ini segera dipecat.”
Ibu Mike begitu sombong, ternyata dia sudah mengetahui latar belakang Lisa secara jelas.
Wajah Lisa berubah pucat.
Dan hati Wiliam ikut tegang.
Seandainya dia tidak berlutut meminta maaf, apakah Ibunya akan dipecat?
Wiliam tiba-tiba maju kedepan : “saya, minta maaf!”
Mike tersenyum penuh kemenangan: “ kalau begitu, cepat berlutut minta maaf!”
Wiliam berucap: “saya akan meminta maaf, tetapi tidak akan berlutut, Ibuku memberitahuku: “ di bawah lutut pria itu terdapat emas!”
Di luar ruang guru,seorang pria tinggi tampan hendak mendorong pintu dan masuk, mendengar suara nyaring anak kecil memasuki telinganya.
Ibuku memberitahuku: “di bawah lutut pria itu terdapat emas!”
Langkah pria itu terhenti, matanya menjadi gelap.”
“Wil. “Lisa tiba-tiba menarik Wiliam ke belakang tubuhnya.
Dia berdiri tegak menatap ke arah Ibu Mike : “Ibu, awalnya saya berniat membawa putraku untuk meminta maaf, tapi sekarang saya menyesalinya, kalian tidak pantas untuk kami meminta maaf!”