Bab.3 Beraninya kamu mengusik putraku

974 Words
    Lisa tahu, betapa realistisnya kehidupan ini.   Dia di hadapan orang tua Mike bagaikan seekor semut, dia tidak bisa menyinggung orang tua Mike.     Sebelum datang dia sudah mempersiapkan diri untuk meminta maaf dengan tulus kepada orang tua Mike.     Sampai ketika Ibu Mike meminta Wiliam berlutut meminta maaf.   Dia boleh demi hidup menjadi lemah dan sabar, tetapi dia tidak akan membiarkan putranya seperti dia.     Putranya seorang pria sejati, seandainya membiarkan putranya berlutut meminta maaf dan dia hanya diam, bagaimana putranya bisa berdiri tegak di kehidupan sosial nanti!   Disini Ibu Mike menatap kaget kepada Lisa.     Setelah tersadar Ibu Mike dengan kesal :” apa maksud perkataan anda, kami tidak pantas! Suamiku, apakah anda mendengarnya, wanita miskin seperti dia berani berkata kita tidak pantas, benar- benar berani! Seorang wanita rendahan juga berani berbicara seperti itu!”     Ayah Mike yang sejak tadi terdiam akhirnya berucap:” tidak mau berlutut minta maaf, maka biar perusahaan memecatnya, dan biar sekolah keluarkan anak ini!”     Ibu Mike menambahkan: “ tidak hanya begitu, selamanya mereka tidak akan bisa hidup di kota Bandung ini, kalau tidak mereka berpikir bisa seenaknya menginjak keluarga kita.!”   Lisa mengepal erat tangannya, memandang tajam ke arah mereka.     Di saat itu juga, di usianya yang masih kecil itu seakan mengerti apa yang terjadi.     Karena sikapnya saat ini maka akan membawa akibat seperti apa.   Lisa mengigit bibirnya, hampir melukai bibirnya, Dia mengoyang tangan Lisa:” Ibu, berlutut ya berlutut, mereka ingin bagaimana ya bagaimana, saya yang salah.”   Lisa membungkukkan tubuhnya, mengelus kepala Wiliam: “ Wil, kamu tidak salah, kita tidak perlu meminta maaf, ibumu masih bisa mengurusnya.   Selesai berbicara dia mengandeng tangan Wiliam dan berjalan keluar.     Orang tua Mike benar-benar kesal dibuatnya.     Mereka sudah mengatakan kata-kata kejam, tetapi wanita ini benar-benar tidak takut mati, sungguh berani!     Ibu Mike menghalang Lisa.     Lisa bersikap tenang:” Minggir, dengarkan baik-baik, lakukanlah apa yang kalian inginkan.     Ibu Mike mengangkat tangannya: “ kamu ini siapa, beraninya berbicara seperti itu di depanku, kamu tahu posisi suamiku di kota Bandung ini, pejabat di kota ini juga harus memberi hormat ketika bertemu suamiku!”     Tangan Ibu Mike akan menampar muka Lisa.     “Aiyaa, sakit sekali saya. “Ibu Mike sudah berteriak dulu sebelum tangannya mengena mukanya.     Wiliam melihat tangan Ibu Mike yang akan mengenai muka Lisa kemudian menjinjit kakinya dan mengigit pergelangan tangan ibu Mike.     Melihat bekas gigitan di pergelangan tangannya, ibu Mike marah:” kamu ini anak haram, beraninya mengigit saya, lihat saya akan membereskanmu hari ini!”     Selesai berbicara Ibu Mike mengangkat kakinya dan akan menendang Wiliam.     Di kakinya memakai sepasang heel dengan tinggi 10cm, begitu menendang ke tubuh seorang anak kecil maka tidak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi.   Pada saat itu juga terdengar suara seorang pria yang tenang dan dingin :” putraku, kamu juga berani mengusik!”   Bersamaan dengan suara tersebut, seorang pria berjalan masuk.     Tubunya penuh wibawa, ketika berjalan masuk, seluruh kantor seperti bersinar.     Lisa melihat pria itu masuk, seluruh tubuhnya menegang.     Dia berdiri tidak bergerak,bagaikan ukiran patung.     Dan Wiliam juga menatap bengong pria tersebut.     Om ini benar-benar tampan dan bergensi, tetapi tadi dia mengatakan “putraku”, apa maksudnya?     Sepatu heels ibu Mike tersangkut di udara.     Padahal pria ini tidak melakukan apa-apa, hanya menatapnya dingin.     Tetapi dia merasakan seperti ada sebilah pisau tajam di lehernya, yang bisa memenggal kepalanya kapan saja.     Ibu Mike begitu ketakutan.     Dia juga termasuk orang kelas atas di kota Bandung, dia sudah melihat banyak orang berkelas atas, tetapi baru pertama kalinya ini dia melihat orang dengan aura seperti itu.     Meskipun ada sedikit ketakutan di hatinya, dia yang terbiasa sombong tentu saja tidak mengaku kalah begitu saja.     Ibu Mike berkata: “ apa anda salah mengenali orang, anak ini tidak mungkin putramu, anda lihat penampilan miskin seperti itu mana mungkin adalah putramu.”    Di sini Mike ikut berteriak:” dia itu anak haram tanpa ayah, dia tidak punya ayah, anak haram.”     Sebuah cahaya dingin melintas di mata hitam Dika, yang seperti berubah menjadi sebilah pisau tajam, yang dapat memotong besi menjadi abu.   “Plok”     Detik berikutnya, Mike ditendang keluar.     Ditendang keluar oleh ayahnya sendiri.     Saat ini Ayah Mike sudah berkeringat dingin.     Dia mengenali pria di hadapannya ini, bukankah di kota Bandung ini, dia adalah pengusaha kaya raya Dika Pratama!     Walaupun dia juga termasuk orang yang berkuasa di kota ini, tetapi dibandingkan Dika, dia bukanlah apa-apa.     Mike pertama kali ditendang ayahnya, terduduk di lantai dan menangis sekencang-kencangnya.     Ibu Mike tidak tega melihatnya.   Dia menunjuk ayah Mike:” putraku ini untuk memarahinya saja saya tidak tega, kamu malah memukulinya, dia dipukuli oleh anak haram ini, bukannya kamu membelanya, tapi kamu berani,”   “Plak”        Ibu Mike tampak bengong sebelum menyelesaikan perkataannya.     Karena mendapat sebuah tamparan keras.     Tamparan ini membuatnya bengong.     Ayah Mike sangat marah:” Lihat jelas, presiden direktur Megatama group berdiri di sini!”     Wanita bodoh ini tidak bisa melihat jelas, membuat dia harus berbicara begitu jelas.     Ibu Mike tidak percaya akan apa yang dilihatnya.     Dika pratama?     Orang no 1 di Bandung!     Ternyata dia!     Anak haram ini anaknya Dika Pratama?   Ini tidak mungkin!     Ibu Mike melirik ke arah Wiliam, kemudian memaku.     Wajah Wiliam sangat mirip dengan wajah Dika.     Mulut Ibu Mike melongo.     Ayah Mike memberi hormat di hadapan Dika: Pak Dika, saya tidak tahu anda akan datang kesini, membuat anda melihat lelucon seperti ini.   Dika menatap dingin:” Pak Candra anda selaku pejabat tetapi menindas orang lain, apakah anda sudah tidak menginginkan karir anda lagi.”     Ayah Mike berkeringat dingin mendengar itu.     Dia menarik Mike yang sedang menangis kencang.   “Cepat, minta maaf, meminta maaf sama temanmu.”   Dia yang salah, dia yang harus berlutut meminta maaf padaku.     “Plok”   Ayah Mike menendang lutut Mike, dan Mike pun berlutut di hadapan Wiliam.     Wiliam : “......”   Mata bulatnya bengong melihat Mike berlutut di hadapannya.   Ini, kenapa Mike berlutut di hadapan dia?   Padahal tadi keluarga ini menindas dia dan ibunya, kenapa sekarang jadi sebaliknya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD