38

780 Words

Hari persidangan kasus penganiayaan oleh Syifa CS akhirnya tiba juga. Kali ini aku menghadapinya dengan lebih santai dan legowo, tak tinggi ekspektasiku. Aku takut kecewa seperti hasil putusan majelis hakim terhadap Irsyad dahulu. Berapa pun vonisnya, menang atau kalah bukan lagi soalan. Terserah saja. Toh tak ada untungnya juga buatku. Hidupku saat ini sudah lebih sangat bahagia tanpa harus melihat mereka masuk ke dalam bui. Ibu dan Bapak tak kuajak ke persidangan kali ini. Begitu pula dengan Adiva serta Raina. Mereka berempat lebih baik di rumah saja. Aku hanya berpesan pada kedua orangtua angkatku untuk terus mendoakan yang terbaik untuk sidang ini. “Yakin, Mbak, tidak ditemani?” Begitu tanya Bapak saat aku melarang untuk menemani. Aku mengangguk mantap, lebih baik Pak Toto istiraha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD