39

2183 Words

Kekecewaan itu telah kutelan bulat-bulat sambil meyakinkan hati bahwa Tuhan tak pernah makan dan tidur. Tuhan akan memberikan segala balasan atas setiap tindak tanduk hambaNya, tanpa kita tahu kapan waktu itu bakal terjadi. Bersabar dan ikhlas, hanya dua hal mulia itulah yang sanggup aku lakukan saat ini. “Itu terlalu ringan, Mbak. Harusnya Mbak Vana naik banding saja.” Lian terus mendesakku saat kami di pejalanan pulang. Kueratkan pelukan pada tubuhnya. Membiarkan tubuhku bersandar pada pundak lelaki muda tersebut. Tak mampu lagi aku untuk berkata-kata. “Belum tentu mereka tiga bulan di dalam sana. Jangan-jangan minggu depan pun sudah keluar dari penjara!” Lian terdengar begitu emosional. Aku bisa mengerti tentang perasaannya. Sebenarnya aku pun begitu. Geram tak terkira. Tetapi, naik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD