40

1362 Words

Kami sekeluarga beserta Lian memutuskan untuk pergi sore itu juga ke kediaman mantan mertuaku untuk melayat dan memberikan doa kepada para korban kecelakaan. Sebelum pergi, kujelaskan pelan-pelan pada Adiva yang sudah mulai mengerti tentang arti kematian. Kukatakan padanya jika eyang mereka sudah tiada. Begitu pula dengan tante Syifa dan om Faiz serta adik kembar yang ikut berpulang akibat kecelakaan mobil. Mata Adiva berkaca-kaca. Dia memeluk sembari menanyakan apakah papanya baik-baik saja? Apakah si papa ikut pergi bersama mereka? “No, Kakak. Papa baik-baik saja, kok. Papa nggak ikut Om Faiz.” Kuelus kepalanya. Hati anak tersebut seakan tak pernah sedikit pun melupakan papanya. Meski lelaki itu tak pernah lagi berjumpa dengannya selama beberapa bulan terakhir, tapi Adiva tetap menanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD