33

2832 Words

Aku bangun sangat pagi. Sebelum empat aku sudah bangkit dari tempat tidur. Total kurang dari tiga jam saja aku tidur, namun badanku sama sekali tidak terasa payah atau mengantuk. Ucapan Lian tadi malam benar-benar bagai pemantik yang membakar unggun semangatku. Rasanya tubuh ini segar dan penuh semangat. Segera kubereskan kamar, lalu turun ke lantai bawah. Dengan cekatan aku membersihkan dapur, menyiapkan sarapan, lalu menyapu dan mengepel segenap penjuru rumah kepunyaan keluarga Pak Toto. Bu Toto yang terbangun pukul lima lebih sepuluh takjub melihat rumahnya sudah begitu bersih dan mengkilap. Mendoan tempe sebagai kudapan sarapan pagi pun telah terhidang di atas meja. “Awal banget, Mbak Vana? Minggu begini harusnya istirahat saja.” Bu Toto terheran-heran melihatku menuangkan air pana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD