*** Setelan jas berwarna abu-abu itu seharusnya Gama kenakan untuk sesuatu yang lebih istimewa dari ini semua. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Diandra memberikan pakaian formal itu untuknya. Sayang, Gama harus mengenakannya untuk melamar Giana. Gama menghela napasnya dengan berat. Andai Dea mempertahankannya dan memilih untuk hidup tanpa harta dan tahta, mungkin saat ini ia tak perlu datang ke rumah Giana untuk memintanya menjadi istri. Namun, Dea tidak bisa hidup tanpa semua itu hingga memintanya menikahi Giana untuk sementara waktu. Gama sadar Dea berbeda dari gadis lainnya. Mungkin benar yang mamanya katakan bahwa Dea perempuan matre, tetapi rasa cinta yang ia miliki untuk Dea mengaburkan semua pandangan buruk itu. Di mata Gama, Dea adalah perempuan bersayap malaiakat yan

