Bab 34. Tetaplah di sana, aku akan kembali

1035 Words

Banyak yang bilang, semua hal berawal dari mimpi. Termasuk mimpi burukku terasa begitu nyata saat kehilanganmu.   Tangis itu usai saat sebuah pelukkan hangat yang terasa pada tubuh Sofi. Tanpa bisa dia cegah, kedua tangannya merangkul tubuh tersebut dengan erat. Seperti takut untuk kehilangan sedikitpun. Rasanya bila dia boleh egois, dia ingin waktu terhenti sampai di sini. Ketika dia bisa merasakan langsung laki-laki itu dalam pelukannya. Tanpa harus berbagi dengan siapapun. Tetapi saat Sofi membuka kedua matanya lebar, dia tahu waktu terus saja berputar. Memperingatkannya bahwa laki-laki itu bukanlah miliknya. Sehingga tidak seharusnya Sofi menahannya di sini. "Ops, sorry," ucap seorang karyawan lain yang berniat ingin menggunakan toilet tersebut. Perasaan malu perlahan merasuki ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD