Chapter 39

1192 Words

Sinar matahari pagi menembus celah pepohonan di depan klinik kecil milik Mbak Sari yang berada di samping rumah tua. Setelah hampir dua minggu tutup sejak musibah kecelakaan tragis almarhum Kang Parji, plang kayu bertuliskan "Klinik Bersalin & Pengobatan Desa" hari ini kembali dipasang tegak. Aroma minyak kayu putih dan alkohol khas ruangan medis mulai tercium dari dalam. Mbak Sari berdiri di ambang pintu klinik sambil menggendong si Dedek yang tertidur lelap. Wajahnya yang sempat kuyup oleh duka kini tampak lebih tenang dan tegar. Di dalam ruangan, Danu sedang membantu menggeser meja pendaftaran dan menyusun kotak-kotak obat di atas rak. "Nu... Makasih banyak ya, sudah mau repot-repot bantu Mbak buka klinik lagi pagi-pagi begini," ujar Sari lembut, melangkah masuk mendekati Danu. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD