Pagi masih sangat buta ketika embun dingin menyelimuti halaman rumah tua itu. Danu tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Bayangan pertengkaran di teras samping, raut kekecewaan Lian, serta tangisan Ratih terus berputar menghantui kepalanya. Saat Danu melangkah keluar kamar menuju dapur untuk mengambil air, ia tertegun melihat dua koper besar milik Lian sudah berdiri rapi di dekat pintu depan. Tak lama, Lian keluar dari kamarnya mengenakan pakaian rapi khas anak muda kota, lengkap dengan jaket dan tas punggung. "Lian?" panggil Danu dengan suara parau, kaget melihat pemandangan di depannya. "Kamu... mau ke mana pagi-pagi begini bawa koper?" Lian menoleh. Wajahnya agak sembab dengan lingkaran hitam tipis di bawah mata, memperlihatkan bahwa ia juga tidak tidur semalaman. Namun, gadis

