Semakin hari, usia kehamilan Ocha memang makin besar. Ocha pun semakin sulit bergerak. Berbagai keluhan mulai dia rasakan. Meski begitu, Ocha belajar untuk menekan emosinya. Semakin dituruti, akan semakin minta diluapkan. Sedangkan masalah hubungannya dengan Erga memang tidak berjalan istimewa, Ocha tetap mau bercerai setelah melahirkan. Di atas kasur, Ocha bersenandung seperti yang pernah ayahnya lakukan untuknya. Seraya mengusap perut yang berisi bayi-bayinya. Ocha mengkilas balik kurun waktu, kurang lebih, tiga bulan ini. Meski hubungannya dengan Erga tidak ada manis-manisnya, tetapi Ocha lebih merasa natural, tidak ada kepalsuan seperti hubungannya seperti dulu. Diacungi jempol juga oleh Ocha, karena Erga mau sedikiiitt bersabar untuk emosi Ocha yang berantakan di kehamilan ini.

