Bab 3 - Kedua kali

1213 Words
Kamar hotel nomor 1554 itu itu berantakan dengan pakaian berserak dimana-mana. Diara yang baru saja selesai mandi membungkus kepalanya dengan handuk. Diara mengoles wajahnya dengan skincare. Dia harus memastikan wajahnya tak berubah drastis saat pulang ke Jakarta nanti. Jangan sampai wajahnya yang mulus dan ia rawat dengan sepenuh hati itu gosong dibakar sinar matahari. “Jolin sudah dimana, Ta?” “Udah otw.” “Dia nginep dimana coba? Gue khawatir. Harusnya kita emang gak usah kesana.” “Udahlah Di. Udah kejadian juga, toh kita gak kenapa-napa. Anggap saja pengalaman.” “Gak kenapa-napa gimana coba. Jolin aja baru pulang jam segini. Lo mikir aja, anak gadis macam apa yang nginep di luar sana. Jangan bilang kalau dia..” “Stop! Jangan dilanjutin. Kita tunggu sampai Jolin datang. Gue gak mau overthinking.” Tari paham betul apa maksud Diara. Bisa saja Jolin dicegat bule yang lapar mata. Disikat sekejap mata. Habis itu ditinggalin. Oh Tuhan, jangan sampai Jolin mengalami hal itu. Kalau dia berakhir sama bule ganteng, semoga bule itu punya sopan santun. Bukankah hubungan intim dilakukan atas kerja sama dua belah pihak? Atau jangan-jangan Jolin memang menantikan hal itu? Tapi gak mungkin sih. Seseorang datang dan Tari bergegas membuka pintu. Kekhawatiran Tari sirnah saat ia melihat Jolin tiba dengan senyuman di wajahnya. Tak hanya itu, dia mengenakan pakaian yang rapi dan ditangannya ada plastik tempat baju kotor. Saat dia masuk, Bella menyusul di belakangnya. Cewek dengan tampilan eksentrik yang kalau dipakai di luar kota Bali pasti dikatain norak plus gak punya sopan santun. Bayangkan saja, dia pakai baju terbuka yang memamerkan sebagian payudaranya. “Loh, Kak Bella?”Tari mengernyitkan dahi. Buat apa juga perempuan yang sudah tidak diharapkan itu datang. Tari sedikit takut, takut kalau Diara murka. Diara kemarin bilang kalau dia gak suka Bella. Cewek itu membawa pengaruh buruk sama mereka. “Gue sengaja dianterin Kak Bella. Gue nginep di tempatnya dia.” “Yash girls. All is fine. Gue baik kan, nganterin Jolin sampai ke kamar gini.”ucap Bella dengan gaya bicaranya yang ceria. Sejujurnya, Bella itu bukan orang jahat. Dia juga gak tahu kalau Jolin berakhir di hotel mewah seorang cowok gak dikenal. Andaikan Bella tahu itu, dia pasti menjemput Jolin kemarin. Sayangnya, alkohol sudah mengatur tingkahnya.  Setelah naik gojek, Jolin memikirkan solusi paling tepat agar teman-temannya tidak tahu kejadian tadi. Ide brilian muncul saat dia melihat kontak Bella di ponselnya. Dia minta tolong agar Bella membawa satu set pakaian dan membantunya berbohong. Jolin gak mau merusak liburan teman-temannya yang baru saja berlangsung 2 hari. Mereka masih punya 2 hari lagi untuk bersenang-senang. “Terus tadi kenapa lo suruh Tari ngisi Gojek?”Diara bertanya dengan tegas. Jolin hampir kepergok.  “Oh iya, tadi dia emang mau pergi sendiri. Tapi kebetulan gue mau ke Jimbaran Beach, sekalian deh gue anterin dia.”ucap Bella berbohong. Dia harus memberi sedikit bantuan untuk skenario ini. “Oh gitu, syukurlah. Gue stress semalaman karena lo Jolin. Kak Bella juga gak bisa dihubungi.”Komentar Tari sambil menekan remote untuk menyalakan televisi. “Sorry beib. Gue juga mabuk kemarin. Mana ada waktu buat ngejawab telpon.”seru Bella. “Ah, kalau gitu gue pergi ya. Teman gue udah nungguin soalnya. Sampai jumpa kapan-kapan.”lanjutnya. Jolin mengangguk setuju. Dia mengucapkan terima kasih tanpa suara.  “So, gimana kalau besok kita ke Nusa Penida? I will book now.”ajak Tari antusias. Nusa Penida salah satu hidden heaven yang wajib dikunjungi kalau ke Bali. Biayanya memang sedikit mahal, tapi semuanya itu akan terbayar kalau sudah sampai disana.  “Setuju!”balas Diara singkat.  “Boleh Ta. Tapi hari ini gue mau tiduran aja ya. Kalian kalau mau ke pantai, pergi saja. Kepala gue sakit banget!”balas Jolin sambil bersiap untuk mandi pagi. Jolin butuh waktu untuk sendiri. Dia masih kepikiran tentang yang tadi. “Beneran nih? Kalau lo sakit, biarin kita rawat aja Jol.”balas Diara khawatir. “Gak usah Di. Gue beneran gak apa-apa. Tahu sendiri kan, gue sering sakit kepala.” “Iya sih, ya udah. Nanti lo kasih tahu aja ya, kalau mau nitip apa.” “Iya Ta.” Setelah Tari dan Diara pergi, Jolin langsung bangkit. Ia membuka ponselnya untuk mencari informasi tentang tanda-tanda yang biasa dirasakan perempuan setelah malam pertama. Perasaan-perasaan itu tak sedikitpun dirasakan Jolin. Mungkin benar kalau kejadian tadi malam hanya tak sengaja tidur bersama dalam arti yang sebenarnya.  Jolin merebahkan badannya di atas kasur. Seburuk apapun hidupmu, luangkan sesaat untuk melupakannya. Jangan sampai dokter kejiwaan mendatangimu. Jolin menggunakan akal sehatnya. Kejadian tadi malam belum bisa dipastikan. Buat apa sih memikirkan hal buruk terus-terusan? Dengan hati yang semangat, Jolin mengganti baju. Dress pantai panjang yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang cantik. Dia  tersenyum di depan cermin. Segera ia mengirim pesan di grup bahwa ia mau menyusul Tari dan Diara.  “Tuhan pasti sayang sama gue!”batinnya. Dia terlalu percaya diri untuk hal yang bahkan tidak diketahui dengan pasti.  **** Really weird. Pertemuan biadab yang bikin kejiwaan Jolin goyah. Secara kebetulan, ia bertemu dengan Praga di Nusa Penida. Tepatnya di Crystal Beach. Saat Jolin ingin melupakan kejadian itu, orang yang bersangkutan malah muncul di depannya. Mereka terpaksa saling pandang karena Tari. Tari yang genitnya minta ampun itu sengaja menjatuhkan botol minumnya di depan Praga dan Aldo. “Sorry, sorry banget!”ucap Aldo sambil mengambil botol minum itu. “Iya, ga apa-apa.” Praga langsung menjauh dari mereka. Terserah Aldo mau ngapain, Praga tidak mau berurusan dengan cewek-cewek itu. Terutama Jolinda Radiny. Saat tahu Praga berjalan semakin jauh, Aldo langsung menyusul dari belakang. “Gils, ganteng banget tuh cowok.”Komentar Tari sambil kesemsem sendiri. “Yang mana Ta? Yang ngambilin lo botol minum?”tanya Diara sambil menikmati biskuit Roma Sandwich Coklat Bonbon kesukaannya. Diara paling gak bisa lapar. Dia juga manusia yang minumnya banyak. Tiap menit harus minum, kalau gak dia bisa dehidrasi.Tipikal people dengan sejuta masalah. Itu adalah istilah yang tepat untuk Diara. Tari selalu bilang kalau Diara gak bisa diajak ikut berperang. “Bukan! Itu loh, cowok yang jalan duluan.” “Ganteng sih, mirip sama Taeyang ya.”komentar Diara sambil menggigit biskuit di tangannya.  “Eh iya benar.” “Gak! Gak mirip sama sekali. Jangan samain Taeyang sama cowok kayak gitu.”balas Jolin kesal. “Tapi Diara tuh benar Jol. Ada miripnya dikit. Gak tahu deh kalau senyum, soalnya dari tadi mukanya horor. Tipikal cowok cool yang misterius tapi bikin kangen gitu.”ucap Tari menjelaskan. Dia malah cekikikan membayangkan semua halusinasinya. “Taeyang jauh lebih ganteng kok Jol. Udah yuk, gue mau basah-basahan.”ajak Diara menarik tangan Jolin. Jolin mengikut dengan gontai. Bertemu Praga di tempat itu membuat pikiran negatifnya datang. Mereka bertiga memutuskan untuk berenang di tengah ombak. Deburan ombak itu sangat menenangkan. Airnya yang jernih sebening kristal jadi alasan kenapa tempat itu disebut Krystal Beach. Sungguh sangat memanjakan badan dan mata. Kapan lagi mereka bisa menikmati pijatan ombak yang bersahabat.  Jolin tak bisa menikmati keindahan itu. Kehadiran Praga membuat pikirannya kemana-mana. Tadinya dia udah lupa, eh malah ingat lagi karena kehadiran cowok itu. Hanya sebentar dia berenang, dia memilih duduk di pinggir pantai.  Bella bilang, anggap saja itu one night stand. Jangan terlalu dipikirkan, karena banyak diluar sana yang bahkan melakukannya dengan sukarela. No, bukan masalah itu. Jolin sangat penasaran, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa juga alkohol sialan itu bisa membuatnya lupa? Andai dia ingat, dia akan lebih aware terhadap segala sesuatu.  “Jol, jangan duduk mulu. Kesini tuh jarang-jarang tahu.”ajak Tari sambil menarik tangan Jolin. “Iya-iya. Sabar atuh.” “Buruan makanya. Udah ngabisin banyak uang, malah duduk doang.” Jolin menghela nafas. Ini bukan soal uang lagi. Jolin rasanya tidak peduli dengan uang yang dia habiskan kesana. Dia hanya mau kepastian kalau dirinya baik-baik saja. Kepastian kalau di malam itu memang tidak ada yang terjadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD