Tatapan mata Praga membuat Jolin mengoreksi diri sendiri. Hell, tampangnya seperti bocah SD yang pulang sekolah setelah bermain seharian di taman penuh pasir. Kekacauan itu membuat wajah Jolin jadi makin amburadul. Dia membersihkan wajahnya yang perih karena jambakan. “Apa gak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik?”ucap Praga setelah Jolin menceritakan semuanya. Tentang Diara yang diselingkuhi dan bagaimana ia membela sahabat baiknya itu. “Gak bisa. Orang kalau udah emosi ya gitu. Harusnya lo tahu gimana rasanya.” Ya, sebagai orang yang pernah diselingkuhi Praga tahu banget gimana rasanya. Dikhianati oleh orang yang dipercaya dan dicintai. “Gue tahu gimana rasanya. Tapi gue gak kekanak-kanakan kayak kalian. Lihat tuh muka, udah kayak abis tawuran.” “Wajar sih, lo kan udah om-om.”

