Bab 16 - Belum Bisa Lupa

1131 Words

Segelas kopi panas menemani pria itu menikmati pemandangan dari lantai 15. Dia mengarahkan pandangan ke gedung-gedung tinggi yang menjulang seakan menempel pada awan. Pikiran cowok itu tak lepas dari mamanya. Perkara hamil yang pasti akan sulit diterima oleh semua orang. Dia gak bisa berbohong terus-terusan. Pasti ada hari dimana semua ini akan terkuak.  Aldo datang dengan segelas kopi dingin di tangannya. Tak cuma itu, dia juga membawa setumpuk roti yang siap dibagikan pada Praga. Aldo itu makannya banyak tapi gak gendut-gendut. Badannya memang dirancang demikian. Banyak yang iri sama Aldo. Tapi dia juga harus hati-hati karena terkadang penyakit gak menunjukkan tanda-tanda.  “Gosip tentang lo makin banyak aja.”ucapnya sambil membuka plastik roti coklat yang hendak dia makan. “Hah? Apaa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD