Empat puluh empat

2001 Words

Malam sudah hampir berganti pagi saat Will melangkahkan kakinya kembali pulang. Ia melangkah masuk dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa hari ini begitu bahagia. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Di ruang tengah terlihat Vivi yang masih duduk dan menunggu. Sejujurnya, ia cemas karena tadi Will pergi dengan terburu-buru. Dan hingga kini tak memberikan kabar. Gadis itu menoleh ketika mendengar langkah kaki dari arah pintu masuk. Segera menoleh ia melihat Will yang berjalan mendekat. Vivi bangkit melihat William yang tersenyum padanya. Will berjalan mendekat lalu memeluk Vivi dengan erat. "Ada apa Oppa?" tanya Vivi. William menggeleng, ia tak bisa menceritakan tentang Reya pada Vivi. Yunki jelas melarangnya tadi. "Aku tak bisa menjelaskannya sekarang. Hanya saja aku bahagia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD