Jinerlu berjalan masuk saat Jimmy menemani Reya. Keduanya saling tatap sesaat. "Kekasihnya sudah melepaskannya?" "Nde, ia sudah memutuskan benang merah itu." "Syukurlah." Jinerly menyahuti seraya berjalan menuju kursi di belakang Jimmy. Jinerly duduk kemudian membaca beberapa kertas laporan. Sebuah kertas putih dengan logo sayap emas. Kertas itu adalah laporan milik malaikat lain dengan laporan selesai, gagal atau batal. "Aku senang dia bisa membuka pikirannya untuk melepas Reya." Jimmy kemudian menatap sang senior jiga merubah posisi duduknya. "Tentu saja ia mencintai Belle. Ia pasti tak ingin menyakiti orang yang ia cintai," jelas Jinerly. Jimmy mengangguk. Ia lalu teringat sesuatu, bahwa dirinya belum menceritakan pada Jinerly bahwa dirinya telah mengingat masa lalunya. "Seni

