Dua Puluh

1018 Words

Kedua pria itu kini duduk bersama menikmati kopi siang mereka di kafetaria taman bermain Elanis. Reya duduk di samping sang kakak, gadis itu rindu sekali dengan pria yang selama ini merawatnya. Yunki sesekali melirik Reya yang sama sekali tak berpaling dari William. Si pucat menghela napas berat, menatap langit yang tengah bersahabat. Hari ini langit cerah semilir angin menuju akhir musim semi menyegarkan sekali. Will duduk terdiam, menatap orang lain yang kini tengah sibuk dengan kesenangan mereka di sana. Tatapannya tertuju pada seorang ayah yang menggendong anak perempuan di bahunya, sementara tangan anak itu memegangi kepala ayahnya. Will tersenyum mengingat masa kecilnya. Ayah mereka dulu sibuk sekali dengan pekerjaan di kantor sehingga setiap kali Reya ingin ke taman bermain ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD