Lima puluh enam

1503 Words

Pagi ini Reya duduk di salah satu kursi gereja. Memanjat doa pada Tuhan. Kedua tangannya bertaut, lalu kepalanya menunduk. Tuhan berikanlah kesehatan, kebahagiaan untuk semua orang. Terutama orang-orang yang aku sayangi. William kakakku dan istrinya, Yunki, kakakku Jimmy, senior Jinerly juga senior Nam. Dan semua tanpa terkecuali. Tuhan, bolehkah aku meminta satu hal? Permintaan yang masih sama. Aku ingin terlahir kembali dengan benang merah yang terikat diantara aku dan Yunki." Ia berdoa dengan khusyuk. Saat itu Jinerly melihat juniornya. Sang senior yang saat ini sedang berpakaian pendeta berjalan mendekat lalu duduk di samping Reya. Wanita itu menoleh mendapati sang senior yang kini berada di sebelahnya. "Senior," panggil Reya. "Hmm? Ada apa?" "Salahkah jika aku meminta kada Tuhan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD