Menyesakkan

1162 Words

"Kenapa gak kabari aku?" "Hmm.. anu" "Kenapa? Takut Lutfi marah?" "Eh, bukan gitu Janu" "Terus apa?" "Hmmm" aku menundukkan kepalaku "Kenapa sayang?" Januar mendekatkan tubuhnya aku tersentak, takut ada kakak nantinya. Januar memelukku erat, sangat erat. "Januar" lirihku pelan "Kenapa sayang?" Guraunya lagi yang masih memelukku "Jangan dekat-dekat, nanti menular!" "Sssttttt gak akan! Aku kangen sama kamu! Napa sih gak ngasih kabar?" "Ada satu masalah king" melepaskan "What?" pelukannya, menatapiku dengan penuh pertanyaan. Aku menunduk semakin gelisah, sambil memegangi ujung bajuku erat. "Ada apa sayang?" la memegangi kedua pipiku "Janu..." lirihku pelan "Kenapa?" "Kamu gak akan ngerti" ujar ku terbata-bata dengan isak tangis yang mengiringi suasana hati yang tak dapat aku ungkapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD