"Permisi, Pak?" Suara Davin terdengar bersamaan dengan longokkan kepalanya dari arah luar pintu kantor Sandy. Sandy yang saat itu fokus menatap layarnya melihat ke arah pintu sebentar dan ia menyuruh Davin masuk. Davin melangkah ke dalam mendekat ke arah meja kerja Sandy. "Pak, sesuai perintah Anda, saya sudah menghubungi para dewan direksi dan menentukan ulang jadwal rapat untuk Minggu depan," kata Davin. "Hm! Bagus," balas Sandy datar. "Tapi ... sepertinya mereka sedikit kecewa, Pak," ungkap Davin. Sandy melihat Davin sejenak, lalu mengalihkan pandangan nampal "Ngomong-ngomong, Anda mau ke mana, Pak? Kenapa tiba-tiba membatalkan rapat? Apa mungkin ada hal mendesak lain? Saya siap membantu," kata Davin penasaran. Karena sangat tidak biasa Sandy yang membatalkan rapat penting be

