Bab 28. Persaingan Hati

1131 Words

Davin masih terkejut. Beberapa detik setelah suara Sandy muncul, ia terdiam sesaat. Matanya bergantian menatap Hana dan Sandy, seakan berusaha memahami situasi aneh yang baru saja terjadi. Ia lalu perlahan berdiri menatap Sandy seolah tidak percaya. "Pak Sandy? Kenapa kalian bisa berdua?" tanya Davin. "Kenapa memangnya tidak bisa?" balas Sandy. Kedua laki-laki itu saling tatap. Hana yang melihatnya langsung ikut berdiri dari kursinya. Ia merasa perlu melakukan sesuatu agar suasana tidak makin canggung. Kini, ia berdiri di antara dua pria itu. "Aaah ... aku yang mengundang pak Sandy ke sini. Aku ingin mentraktirnya!" sahut Hana mengalihkan perhatian keduanya. Davin menoleh ke arah Hana. "Kamu mentraktir Pak Sandy?!" ulang Davin pada Hana. "Y ... ya! Sebagai rasa terima kasih kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD