Kalut

1223 Words

Ucapan Dewa terus terngiang-ngiang di dalam kepala Irma. Kenapa dia bisa lupa siapa kakak laki-laki Anya. Di dalam hati Irma juga terus merutuki kebodohannya yang tidak mengingat sosok Seno yang ada di belakang Anya. Saat ini hatinya juga diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagaimana dengan nasib keluarganya setelah ini? Bagaimana dengan nasib usaha Dewa nantinya? Apa ke depannya ia dan keluarganya masih bisa hidup dengan tenang? Selama di perjalanan pulang suasana hening tampak menyelimuti. Bahkan, tidak ada suara musik yang biasa mengiringi perjalanan mereka. Sepertinya kedua perempuan yang berbeda usia itu sama-sama larut dalam pemikirannya masing-masing. “Anya adalah putri keluarga Warman? Tuan Putri yang selama ini selalu menjadi perbincangan? Bagaimana nasib Perusahaan Papa sete

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD