Pangeran Odion mencekal pergelangan tangan Jeslin, dan menyeretnya paksa meninggalkan Levia dan Reya. "T-tunggu! Reya dan Pangeran Levia masih tertinggal jauh di belakang," ujar Jeslin dengan nafas yang tersengal-sengal. "Pers*t*n dengan mereka!" balas Pangeran Odion ketus. Jeslin mulai merasa kesakitan, lalu menghempaskan tangan Pangeran Odion dengan keras. "Hentikan, Odion! Kau menyakitiku lagi! Kenapa kau kembali kasar padaku!" Namun, dengan sikap arogannya, Pangeran Odion langsung mengangkat tubuh Jeslin dan memanggulnya. Tanpa menghiraukan Jeslin yang terus memberontak dan memukul-mukul punggungnya. "Dasar Iblis gila! Tidak jelas apa maunya!" gerutunya. "Kamu! Aku mau kamu menjadi milikku seutuhnya!" sungut Pangeran Odion meluapkan isi hatinya. Lalu dia berhenti dan menurunka

