Serangan Iblis
Kepulan asap memenuhi Desa Hogwarts yang berada di bawah kaki Gunung api selatan, kobaran api terlihat sangat mengerikan dari Desa Midle meskipun Desa itu terletak sangat jauh berada di bawah kaki Gunung api utara.
Manusia setengah Iblis itu merajalela, menghancurkan apapun yang mereka lewati, bahkan dari rumor yang beredar mereka memb*n*h semua orang yang berani melawannya. Tak segan-segan Iblis itu menghabisi ny*wa anak-anak, membuat para lelaki menjadi b***k pekerja mereka.
Namun berbeda nasib untuk para wanita yang mereka temui, mereka akan menjadikan para wanita itu sebagai b***k nafsu para Iblis, dipaksa hamil dan melahirkan anak-anak iblis seperti mereka.
Rasa takut dan khawatir melanda penduduk di Desa Midle, Tuan Cedrix selaku Tetua di Desa Midle mengumpulkan seluruh penduduk di sana. "Tenangkan diri kalian, kemasi semua barang yang kalian butuhkan. Besok kita akan pergi meninggalkan desa kita, sebelum para iblis itu sampai disini."
"Lalu, kemana kita akan pergi Tuan Cedrix?" tanya salah satu penduduk di sana.
"Kita akan pergi ke Utara, memasuki hutan Heaven menuju tempat suci yang berada tepat di bawah Gunung Elysian. Para Iblis tidak akan bisa memasuki kawasan hutan Heaven dengan mudah, karena di sana dihuni oleh banyak suku Barbaro yang kejam," jelas Tuan Cedrix
"Namun kalian tenang saja, Suku Barbaro tidak akan memb*n*h sesama manusia. Mereka hanya akan melenyapkan makhluk j*****m yang merusak keseimbangan dunia."
"Lalu apa yang akan terjadi setelah kita dapat memasuki hutan Heaven, yang selama ini di larang untuk ke sana Tuan?" tanya perempuan paruh baya dengan raut wajah ketakutan.
"Aku belum tau dengan pasti, apa yang akan kita lalui setelah memasuki hutan Heaven. Namun kita harus tetap terus saling percaya dan saling membantu dalam perjalanan kita nanti."
Setelah pertemuan itu, para penduduk kembali ke rumah masing-masing, mengemasi semua barang-barang yang akan mereka butuhkan di perjalanan menuju hutan Heaven.
Wajah lesu bercampur rasa khawatir terpancar dari wajah para penduduk, semalaman mereka tidak tidur sama sekali. Mengkhawatirkan perjalanan mereka besok yang penuh dengan resiko, tapi jika mereka tetap bertahan di desa, itu sama saja menyerahkan diri pada Iblis yang cepat atau lambat akan sampai ke Desa Midle.
Satu persatu rombongan berjalan beriringan menuju ke Utara, melewati ladang jagung yang luas dan menyeberangi sungai yang sangat panjang.
Sesekali mereka berhenti untuk beristirahat. "Kalian bisa istirahat dan berteduh di bawah pohon ini," ucap Alice putri kedua dari Tuan Cedrix pada rombongan wanita yang membawa seorang bayi dalam gendongannya.
Tuan Cedrix memiliki dua orang putri bernama Elma dan Alice, keduanya merupakan gadis tercantik di desa Midle. Selain itu desa Midle memang sudah terkenal menjadi desa penghasil wanita-wanita cantik. Tanahnya yang subur dan indah, membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke desa itu.
Hari berganti menjadi gelap, para penduduk memilih menginap di dekat pinggiran sungai, sebelum besok melanjutkan perjalanan masuk ke perbatasan hutan Heaven.
"Semoga Dewa melindungi kita semua dan selamat sampai tempat suci itu," ujar para wanita khawatir dengan nasib hidup mereka.
"Kita bisa sedikit lega, karna kita sebentar lagi sudah akan memasuki wilayah hutan Heaven. Setelah kita berada di sana, akan sangat sulit bagi Iblis menembus garis pelindung yang dibuat oleh Suku Barbaro," ucap Elma menenangkan para penduduk.
Malam yang dingin di temani cahaya api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka, setidaknya mereka bisa tidur terlelap hingga besok pagi.
Pagi harinya, mereka di kagetkan dengan suara teriakan dari salah satu penduduk yang melihat kepulan asap yang berada di balik bukit. Namun mereka tidak tau pasti desa mana yang telah di serang oleh sekumpulan Iblis.
Suasana pagi itu menjadi tegang dan bertambah khawatir, mereka segera mengemasi barang dan mengambil air minum cadangan di sungai.
Jarak menuju perbatasan hutan Heaven tidak begitu jauh, tapi perjalanan saat itu terasa begitu berat dan lama, akibat rasa takut yang terus menghantui pikiran mereka.
Hingga menjelang petang akhirnya para rombongan sampai di perbatasan. "Sssstt... Diam!" ucap lirih Tuan Jackson salah satu orang kepercayaan Tuan Cedrix.
"Aku merasa ada yang mengikuti kita sejak tadi."
Para penduduk pun semuanya terdiam di tempat, dengan wajah cemas mereka mengikuti intruksi yang di berika oleh Tuan Jackson.
"Para wanita dan anak-anak jalanlah lebih dulu, di dampingi beberapa pria di depan dan belakang rombongan," pinta Tuan Jackson.
Perlahan mereka mulai memasuki hutan yang gelap, di tumbuhi oleh pohon-pohon besar dan tinggi. Beruntungnya para bayi dan anak-anak tidak ada menangis satu pun, membuat perjalanan itu sedikit lebih tenang.
Sedangkan Tuan Cedrix dan orang-orang kepercayaannya berjalan pelan membawa senjata yang mereka miliki di belakang rombongan, sambil sesekali mengawasi ke belakang jika ada bahaya menyerang.
"Elma.. Alice.. kalian jangan terlalu jauh dari rombongan," pinta Tuan Cedrix memperingati putri-putrinya.
"Baik Ayah," jawab Elma dan Alice kemudian berjalan cepat menyusul para rombongan.
Karena sudah terlalu lelah berjalan seharian, akhirnya mereka berhenti beberapa kilometer dari perbatasan. Makan dan tidur menggunakan alas seadanya yang mereka bawa.
Udara di dalam hutan terasa sangat dingin menusuk kulit mereka. "Tidurlah! aku akan menjaga bayimu, kau pasti lelah berjalan sambil menggendongnya seharian," ucap Alice pada wanita yang memiliki seorang bayi.
"Terimakasih Nona, kau sangat baik sekali. Aku percayakan bayiku padamu," balas wanita itu kemudian terlelap di samping Alice, terlihat jelas wanita itu sangat kelelahan.
Semakin malam udara di sekitar mereka semakin terasa dingin, membuat suasana malam itu semakin mencekam.
Tuan Cedrix dan para lelaki tidak tidur malam itu, sebab mereka harus berjaga-jaga karna ada hal janggal yang mengawasi mereka sejak di perbatasan.
Anehnya, mata mereka mulai berat dan menguap. Rasa kantuk tak tertahankan melanda mereka semua. Hanya beberapa yang masih bisa menahan rasa kantuknya, termasuk Alice dan beberapa lelaki lainnya.
Samar-samar dari kejauhan terdengar dentuman keras dan suara sorak-sorak menyeramkan, membuat mereka yang masih terjaga kaget. Melihat ancaman bahaya akan segera mendekat, Alice dan beberapa penduduk lainnya mencoba membangunkan mereka. Namun anehnya mereka sulit di bangunkan, termasuk Tuan Cedrix dan Elma.
Dengan panik Alice berlari bersama para penduduk yang berhasil di bangunkan, menyelamatkan diri masuk lebih dalam ke hutan meninggalkan mereka yang masih terlelap. Sebab pasukan Iblis berjalan semakin dekat ke arah mereka.
Alice menangis di tengah pelariannya, sebab dari kejauhan terdengar teriakan dan tangisan orang meminta tolong.
"M-maafkan aku Ayah, Elma. Aku lari dan menyelamatkan mereka yang tersisa," gumam Alice sesenggukan.
Dirasa sudah cukup jauh, mereka berhenti lalu mencari tempat persembunyian yang aman.
"Alice... Alice...." terdengar suara teriakan memanggil nama Alice.
Alice mencoba mengintip dari sela-sela lubang dari persembunyiannya, dia melihat kakaknya Elma berlari sambil memanggil namanya. Baru saja alice ingin menampakkan diri untuk menghampiri kakaknya. Namun, tiba-tiba dia di kagetkan oleh sosok iblis menyeramkan dari arah kejauhan yang langsung menangkap Elma dari belakang.
Sontak, Alice langsung kembali masuk kedalam persembunyiannya, menahan diri agar tidak bersuara.
"Mau kemana kau cantik? Kau tidak bisa lari lagi dariku. Sekarang kau akan menjadi budakku selamanya," ucap Iblis itu sambil tertawa mengerikan.
Tangisan dan teriakan keras Elma menggema di dalam hutan malam itu. Dirinya sudah tidak berdaya lagi melawan semua perbuatan yang diperlukan oleh Iblis pada tubuhnya.
Alice hanya bisa menutup mulutnya dan menangis sesenggukan, melihat nasib saudarinya tertangkap oleh Iblis dan berakhir menjadi budaknya.
Tiba-tiba, Iblis itu berbalik mendengar suara yang mencurigakan menurutnya dan mencoba mencarinya. Dia berjalan ke arah persembunyian Alice, untuk memastikan apa sumber suara yang di dengarnya.
Jantung Alice pun berdetak kencang, dirinya akan ketahuan dan ikut di tangkap oleh Iblis. Sebelum Iblis itu sampai di tempat persembunyiannya, tiba-tiba Alice di tangkap dan di tarik oleh seseorang dari belakang.