Terdengar gemuruh suara tabib yang melantunkan mantra tersebut, sementara para wanita yang mendampingi Elma menutup mata, karena kepala mereka berdengung mendengar mantra yang keluar dari mulut tabib itu. Beberapa saat kemudian, Elma mulai merasa hangat di seluruh tubuhnya, tubuh wanita itu bergetar seiring tabib yang masih merapalkan mantranya. Otot-otot di tangannya mengeras, mencengkram kuat tempat tidur tempatnya berbaring, lalu muncul kuku-kuku tajam di jari-jemari wanita itu. Dia membuka matanya, melotot menatap ke atas. Matanya berubah menjadi merah darah, lalu tersenyum menghadap ke arah tabib yang masih komat-kamit dengan mantranya. Tabib pun berhenti mengucapkan mantranya, ketika merasa ada seseorang yang sedang mengamatinya. "Syukurlah, anda sudah sadar kembali, Nyonya," ucap T

