Yang Pertama

1613 Words

Pangeran Levia pun melangkah maju, mendekati Reya yang mencoba menarik ucapannya kembali. "Sebenarnya apa yang sedang ingin kau sembunyikan dariku, Reya?" bisiknya di telinga gadis tersebut. "Ti-tidak ada, Levia! Semua itu hanya aku dengar dari penduduk sekitarku dulu, selebihnya aku tidak tau lagi," jelas Reya dengan tubuh yang mulai meremang akibat himpitan tubuh Levia. "Sungguh? Tapi kenapa aku melihat kilatan kebohongan di matamu, Reya?" tanya Pangeran Levia dengan tajam. Reya menelan ludah, wajahnya pucat. I-iya sungguh. Aku mengatakan semua kebenaran yang aku ketahui." "Mungkin aku perlu melakukan sesuatu, agar kau mau berkata jujur padaku, Reya?" lirih Pangeran Levia dengan suara tercekat, mulai goyah dengan gairah yang tiba-tiba mengalir di tubuhnya. Entah mendapat dorongan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD