"Seorang m*y*t? Di mana?" tanya Alan. "Di-di sana, Basileus. Di pondok Dukun tua," jawabnya. Deg. Jantung Alan seakan berhenti berdetak, pikiran buruknya langsung melayang kemana-mana. Dirinya langsung berlari menuju pondok milik Dukun tua itu, yang berjarak cukup jauh dari desa suku Barbaro. "M*y*t itu tidak mungkin Dukun tua itu," pikir Alan yang masih belum percaya. Bahkan Alan sempat terjatuh beberapa kali, karena saking tergesa-gesa ingin segera sampai ke sana. Setibanya di sana, sudah ada banyak orang dari suku Barbaro berkerumun. Mereka semua langsung minggir, ketika Alan tiba dan ingin masuk ke dalam pondok itu. Alan menatap ke arah Noelardo yang di balas dengan anggukan oleh pria itu, seolah membenarkan apa yang ada dalam pikirannya. Begitu masuk, aroma busuk dari m*y*t itu

