BAB 18

2136 Words

*** Finka baru saja menidurkan Zira ketika Jia membuka pintu kamar. Jia tersenyum melihat bagaimana Finka memperlakukan Zira dengan lembut. Jia tahu Finka menyayangi Zira setulus hati. Sahabatnya itu mengabaikan perasaannya sendiri saat merawat Zira. Jia tahu betul Finka pasti berat melakukan ini, tapi Finka merelakan semuanya demi menjaga Zira. “Zira udah tidur?” tanya Jia basa basi. Padahal ia sudah melihat dengan jelas bahwa Zira sudah tertidur. Finka mengangguk singkat. Ia mengalihkan tatapannya kembali pada Zira. Napasnya berembus berat kala mengingat siapa orang tua Zira yang sebenarnya. Namun, seperti biasa, Finak akan mengabaikannya. “Bisa kita bicara, Fin?” Jia meminta. Hal itu membuat Finka yang tadinya menatap lekat kepada Zira beralih pada Jia. Tentu tidak ada yang bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD