BAB 23

1090 Words

*** Finka mengikuti ke mana langkah kedua orang tuanya pergi. Finka penasaran apa yang ingin kedua orang tuanya bicarakan. Finka harap ini tentang Zira dan traumanya. Mereka bertiga berhenti di salah satu kursi tunggu yang tidak berpenghuni. Orang-orang yang berlalu lalang juga tak terlalu banyak sehingga cukup tenang untuk bicara. “Ada apa, Ma?” tanya Finka ketika mereka sudah Lima menit duduk tanpa bicara. Hilda menghela napasnya dengan berat. Ia menatap Finka khawatir. “Sebenarnya apa yang terjadi dengan Zira?” tanyanya. Finka ikut menarik napasnya dengan berat, lalu mengembuskannya dengan berat pula. Dari apa yang mamanya tanyakan, Finka sadar mamanya tidak tahu apa-apa tentang trauma Zira. Finka memejamkan matanya dengan erat. Merasa kecewa pada penjagaan yang orang-orang disek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD