BAB 22

1116 Words

***   Dokter akhirnya keluar dari ruangan di mana Zira diperiksa setelah bermenit-menit terlewati. Orang tua Finka belum sampai di rumah sakit lantaran jarak RS dan rumah mereka cukup jauh. Sebagai orang terdekat Zira, Dio dan Finka pun bergegas meminta penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Zira. “Silakan ikut ke ruangan saya dulu,” pinta dokter berjenis kelamin lelaki itu. Sudah cukup tua, tetapi tak lebih tua dari Ayah Finka. Dio dan Finka menganggukan kepala. Keduanya menyusul Pak dokter menuju ruangannya. Tampak akur ketika keduanya saling bersisian. “Masuk dan silakan duduk,” dokter mempersilakan Finka dan Dio duduk. Keduanya lagi-lagi menuruti. “Jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada Zira, dokter?” tanya Dio mewakili suara Finka. Pak dokter menghela napasn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD